mediakrimsustnipolri.com
Kabupaten Sukabumi — Sebuah gedung sekolah dasar di Kampung Selawi, RT 03,RW 01 Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, hingga kini dibiarkan terbengkalai sejak berhentinya kegiatan belajar mengajar pada tahun 2022. Gedung yang dulunya digunakan untuk kegiatan pendidikan dasar itu kini mangkrak tanpa kejelasan pemanfaatan dari pihak terkait.
Menurut Ibu Iyay Widianti, Kepala Dusun Cisaat, penutupan sekolah terjadi karena jumlah murid tidak memenuhi syarat minimal untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan.
> “Waktu itu muridnya cuma 52 orang, padahal minimal harus 110 siswa untuk bisa tetap beroperasi. Akhirnya, sekolah digabung ke SD lain di sekitar sini,” ungkapnya, Rabu (11/11/2025).
Ia menjelaskan, sejak tahun 2022, siswa-siswi dari sekolah tersebut dialihkan ke beberapa sekolah terdekat, seperti SD Gadis, SD Mangkalaya 2, SD Sawah Lega, dan SD Rambai Kulon.
Selain alasan jumlah siswa yang menurun, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan utama penghentian aktivitas di sekolah tersebut.
> “Dulu pernah ada kasus pencurian di sana. Anak-anak juga sempat kehilangan perhiasan dan uang. Jadi orang tua merasa kurang aman,” tambahnya.
Gedung sekolah yang berdiri di atas lahan seluas hampir 20 are itu kini tidak dimanfaatkan sama sekali. Padahal, menurut Ibu Iyay, lahan tersebut bisa digunakan untuk kegiatan produktif masyarakat.
> “Sebenarnya sudah ada rencana dari karang taruna untuk mengelola jadi tempat beternak kelinci, domba, atau budidaya tanaman hidroponik. Tapi masih terkendala di modal dan proses pengajuan izin,” jelasnya.
Gedung itu sendiri dibangun menggunakan anggaran pemerintah, namun hingga kini belum ada tindak lanjut pemanfaatan dari Dinas Pendidikan maupun pemerintah desa.
> “Sayang sekali kalau dibiarkan begitu saja. Itu kan pakai uang negara. Harapannya bisa dimanfaatkan lagi, baik untuk kegiatan pendidikan atau ekonomi warga,” tegasnya.
Warga berharap agar pemerintah daerah dapat segera meninjau kondisi gedung tersebut dan memberikan solusi terbaik agar aset negara itu tidak terus terbengkalai.
Reporter:Asep lodaya






