mediakrimsustnipolri.com
SUKABUMI – Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Sukabumi memanfaatkan momentum Ramadan untuk merapatkan barisan dan mempertegas arah perjuangan politiknya. Melalui agenda buka puasa bersama yang dirangkai dengan konsolidasi internal, struktur partai di tujuh kecamatan dipastikan bergerak dalam satu komando.( 03/03/2026).
Kegiatan yang digelar di Kantor DPD PSI Kota Sukabumi, Jalan Cemerlang, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Senin (2/3/2026), bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik suasana kebersamaan, terselip agenda strategis: memperkuat Pimpinan Anak Cabang (PAC) sebagai tulang punggung gerakan politik di tingkat akar rumput.
Ketua DPD PSI Kota Sukabumi, Fauzie Hikmatussalam, S.Kom., M.I.Kom., menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi fondasi penting untuk membangun soliditas kader menghadapi dinamika politik lokal yang kian kompetitif.
“PAC adalah ujung tombak. Kalau struktur di bawah kuat, responsif, dan solid, maka partai tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat,” tegasnya di hadapan pengurus PAC dari Cikole, Citamiang, Warudoyong, Gunungpuyuh, Lembursitu, Baros, dan Cibeureum.
Reorientasi Gerakan: Kuat, Cerdas, dan Terukur
Dalam arahannya, Fauzie menekankan perlunya perubahan pola kerja politik. PSI, kata dia, tidak boleh terjebak pada pola konvensional yang reaktif dan seremonial. Partai harus bergerak dengan perencanaan matang, berbasis data, dan terukur.
Ia mendorong setiap PAC melakukan pemetaan persoalan riil di wilayah masing-masing, mulai dari isu infrastruktur lingkungan, pengangguran, hingga akses layanan kesehatan dan penguatan UMKM. Seluruh temuan itu akan dihimpun dalam sistem pelaporan terintegrasi di tingkat DPD.

“Politik hari ini harus berbasis data. Kita tidak bisa lagi mengandalkan asumsi. Setiap aspirasi warga harus dicatat, diverifikasi, dan diperjuangkan dengan argumen yang kuat,” ujarnya.
Langkah tersebut sekaligus menandai upaya transformasi manajemen internal partai menuju sistem yang lebih modern dan transparan.
PAC sebagai Garda Terdepan
Dalam forum diskusi yang berlangsung dinamis, masing-masing ketua PAC memaparkan kondisi wilayahnya. Beragam persoalan mengemuka, dari kebutuhan perbaikan drainase di kawasan padat penduduk hingga penguatan sentra ekonomi kreatif.
Fauzie mengingatkan bahwa keberhasilan partai tidak diukur dari seberapa besar baliho terpasang, melainkan seberapa nyata kehadiran kader di tengah warga.
“Jangan tunggu lima tahun sekali untuk turun ke masyarakat. Kita harus menjadi pendengar yang baik sekaligus penggerak solusi,” katanya.
Konsolidasi ini juga dimaksudkan untuk menyamakan frekuensi komunikasi politik agar setiap kader memiliki narasi yang seragam dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Fokus Ekonomi dan Pemberdayaan
Selain penguatan struktur, DPD PSI Kota Sukabumi menempatkan isu kemakmuran sebagai prioritas kerja. Kota Sukabumi yang dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan dinilai memiliki potensi besar di sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
DPD PSI mendorong setiap PAC mulai mendata pelaku usaha kecil di wilayahnya untuk kemudian disinergikan dalam program pendampingan dan literasi digital.
“Tujuan akhir perjuangan politik adalah kesejahteraan rakyat. Struktur partai harus menjadi jembatan, bukan sekadar simbol,” tegas Fauzie.
Konsolidasi Awal, Kerja Nyata Menyusul
Agenda yang berlangsung hingga malam hari itu ditutup dengan doa bersama. Namun bagi PSI Kota Sukabumi, pertemuan tersebut disebut baru sebagai langkah awal dari rangkaian kerja politik yang lebih konkret.
Dengan penguatan struktur di tujuh kecamatan dan sistem kerja berbasis data, DPD PSI Kota Sukabumi menargetkan hadir sebagai kekuatan politik yang lebih solid, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Ramadan kali ini bukan hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga titik tolak penguatan mesin partai—dari struktur paling bawah hingga pengambilan kebijakan—demi memastikan setiap gerak politik tetap berpijak pada kepentingan masyarakat Kota Sukabumi.
Reporter : Asep lodaya





