Bekasi – Krimsus TNI Polri

Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek, KRL Commuter Line, dan sebuah taksi listrik terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/04/2026). Peristiwa ini mengakibatkan 15 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula sekitar pukul 20.55 WIB ketika sebuah taksi listrik dilaporkan mengalami gangguan dan berhenti di tengah perlintasan sebidang di wilayah Bulak Kapal, Bekasi.

Tak lama kemudian, rangkaian KRL Commuter Line rute Cikarang–Kampung Bandan yang melintas menabrak kendaraan tersebut. Akibat benturan itu, KRL terpaksa berhenti darurat di jalur rel dekat Stasiun Bekasi Timur.

Situasi semakin kompleks ketika rangkaian KRL lain dari arah Jakarta menuju Cikarang juga ikut berhenti untuk menghindari risiko lanjutan dan menunggu koordinasi petugas.

Namun, hanya berselang sekitar dua menit, tepatnya pukul 20.57 WIB, Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta tidak sempat mengerem dan menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti. Dugaan sementara mengarah pada adanya gangguan sistem sinyal yang menyebabkan kereta tetap melaju tanpa perlambatan.

Akibat kecelakaan beruntun ini, sebanyak 15 korban dinyatakan meninggal dunia dan telah teridentifikasi di sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Polri Kramat Jati, RSUD Bekasi, serta beberapa rumah sakit lainnya di wilayah Bekasi.

Selain itu, lebih dari 70 orang dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Para korban saat ini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, RS Primaya Bekasi Timur, hingga RS Siloam dan RS Hermina.

Peristiwa ini memicu sorotan terhadap berbagai pihak terkait. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain kondisi kendaraan taksi yang berhenti di perlintasan, keberadaan perlintasan tanpa palang pintu, serta dugaan keterlambatan sistem sinyal perkeretaapian.

Pemerintah daerah dan operator perkeretaapian diharapkan segera memberikan klarifikasi menyeluruh terkait penyebab kecelakaan, sekaligus melakukan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Ucapan duka cita mendalam disampaikan kepada seluruh korban. Masyarakat berharap para korban meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta korban luka-luka dapat segera pulih.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi, investigasi, dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. ( red)