mediakrimsustnipolri.com

Sukabumi — Kawasan Geyser Cipanas Cisolok di Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terus dikembangkan sebagai destinasi wisata yang mengedepankan nilai edukasi, penelitian, dan manfaat kesehatan, Minggu 12 Juli 2026.

Pengelola kawasan Geyser Cipanas, Feby, menjelaskan batuan di sekitar pusat semburan air panas bukanlah batu belerang seperti yang banyak dipahami masyarakat. Secara akademis, batuan itu dikenal sebagai travertin, yaitu endapan mineral hasil aktivitas air panas bumi atau geotermal.

Fenomena alam tersebut menjadikan Geyser Cipanas berpotensi besar sebagai lokasi edukasi wisata dan penelitian, khususnya bidang geologi dan geotermal. Akademisi dan pelajar kerap datang untuk mempelajari karakteristik kawasan ini.

Selain bernilai ilmiah, air panas di Geyser Cipanas memiliki kandungan mineral dan sulfur yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan. Air panas alami ini sering dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan sebagai terapi untuk membantu meredakan keluhan rematik maupun gangguan saraf terjepit.

Feby menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, Pokdarwis, dan Balawista. Sinergi itu dinilai menjadi kunci menjaga keberlangsungan kawasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung.

Pemerintah terus berupaya membuka akses dan meningkatkan daya tarik kawasan agar kunjungan wisatawan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, terutama UMKM.

Pengelola juga menegaskan pelayanan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata tersebut.

Dengan potensi geotermal dan dukungan berbagai pihak, Geyser Cipanas Cisolok diharapkan semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Sukabumi yang menggabungkan unsur edukasi, konservasi, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Repot: Agus .S