mediakrimsustnipolri.com
KARAWANG — Kecintaan terhadap Persib Bandung tidak hanya diwujudkan di tribun stadion. Bagi komunitas Bobotoh Kolot atau Boboko, semangat mendukung Maung Bandung menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, sekaligus merawat identitas budaya Sunda di tengah arus zaman.
Momentum bersejarah itu terwujud pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Rumah Makan Indo Alam Sari, Kabupaten Karawang. Dalam acara tersebut Karawang resmi ditetapkan sebagai Distrik ke-9 yang bergabung dalam jaringan nasional Boboko.
Sejarah Panjang Perjalanan Boboko
Ketua Umum Boboko, Yuki Heryana Sunarjawina, menuturkan cikal bakal komunitas ini sudah ada sejak era 1980-an. Saat itu para pecinta Persib mulai berkumpul dan membangun ikatan persaudaraan di Stadion Siliwangi, namun belum memiliki struktur organisasi yang jelas.
Upaya pembentukan organisasi sempat digagas pada 2005 dan 2016, namun belum terlaksana. Baru setelah memasuki masa pensiun pada 2024, gagasan tersebut ditekuni kembali.
“Kami butuh waktu sekitar satu tahun untuk persiapan dan riset. Akhirnya, Boboko resmi berdiri pada 10 Desember 2025,” ujar Yuki.
Berawal dari 3 inisiator dan 20 orang pendiri, keanggotaan Boboko kini berkembang pesat. Saat ini jumlah anggota nasional mencapai sekitar 2.036 orang dengan target 5.000 anggota hingga akhir 2026. Jaringan Boboko juga telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara seperti Singapura, Arab Saudi, Jepang, Inggris, dan Norwegia.
Menjaga Martabat dan Budaya
Yuki menegaskan Boboko bukan sekadar wadah suporter berusia 35 tahun ke atas. Organisasi ini hadir sebagai pengingat agar generasi muda tidak kehilangan jati diri budaya di tengah derasnya pengaruh budaya asing.
“Dukungan kami bukan hanya soal menang atau kalah di lapangan. Etika, persaudaraan, budaya, dan sikap bermartabat adalah hal utama yang kami jaga. Kami ingin menjadi pelindung nilai-nilai kebaikan,” tegasnya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Boboko juga membentuk Tim Gardana yang bertugas melindungi anggota serta menjaga nama baik komunitas.
Karawang: 90 Menit Laga, Seumur Hidup Saudara
Ketua Boboko Distrik Karawang, Dudung Ridwan, menyampaikan berdirinya perwakilan di Karawang bermula dari pertemuan kembali para mantan suporter yang dulu aktif bersorak di Stadion Siliwangi.
Dengan dukungan pengurus pusat, Boboko Distrik Karawang resmi dideklarasikan. Jumlah anggota saat ini telah menembus lebih dari 100 orang, jauh melampaui syarat minimal 50 orang.
“Pertandingan sepak bola hanya berlangsung 90 menit, lalu selesai. Namun persaudaraan, silaturahmi, dan rasa cinta terhadap budaya harus tetap terjaga seumur hidup. Inilah semangat yang ingin kami tanamkan di Karawang,” pungkas Dudung.
Kegiatan deklarasi berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri pengurus pusat Boboko, pengurus distrik se-Jawa Barat, serta ratusan anggota dengan semangat _Silih Asih, Silih Asuh_.
Report: DARSA






