mediakrimsustnipolri.com

 

SIMALUNGUN, 3 Mei 2026 — Ketenangan warga Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, sempat terguncang pada Minggu pagi, 3 Mei 2026, menyusul penemuan mengejutkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Jalan Mawar, Huta II. Sebuah makam diketahui telah digali dan jasad di dalamnya dipindahkan oleh orang yang tidak dikenal. Namun, Polsek Gunung Malela, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara bergerak cepat memastikan situasi kembali kondusif serta mengimbau masyarakat agar tidak panik.

 

Saat dikonfirmasi pada Minggu siang sekira pukul 14.40 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menegaskan bahwa penanganan peristiwa ini mencerminkan kehadiran Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas. “Polres Simalungun melalui Polsek Gunung Malela langsung turun ke lapangan, menangani situasi dengan cepat, tertib, dan penuh empati kepada keluarga serta masyarakat. Kami memastikan ketenangan warga tetap terjaga,” ujarnya.

 

Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi dari Pangulu Pamatang Simalungun sekitar pukul 10.15 WIB. Tanpa menunda waktu, ia bersama personel langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di TPU, petugas menemukan jasad yang telah membusuk berada di luar makam, sekitar 15 meter dari lokasi semula.

 

Hasil penyelidikan awal dan keterangan warga mengungkap bahwa jasad tersebut adalah almarhum Muhammad Yatim (84), warga Nagori Rambung Merah, yang sebelumnya telah dimakamkan pada 24 Maret 2026 di lokasi yang sama. Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh Bambang (57), penjaga makam setempat, saat menjalankan tugas rutinnya.

 

Menyikapi situasi tersebut, Kapolsek Gunung Malela mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang dapat memicu keresahan. “Kami pastikan situasi sudah terkendali. Polsek Gunung Malela terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada pihak kepolisian,” tegas AKP Hengky.

 

Setelah dilakukan koordinasi antara pihak kepolisian, keluarga almarhum, pemerintah nagori, serta tokoh masyarakat, keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut dengan lapang dada dan tidak menempuh jalur hukum. Pihak keluarga hanya meminta agar jasad almarhum dimakamkan kembali secara layak sesuai syariat Islam.

 

Permintaan tersebut langsung ditindaklanjuti. Personel Polsek Gunung Malela bersama keluarga dan warga setempat bahu-membahu melaksanakan proses pemakaman kembali secara khidmat, tertib, dan penuh penghormatan.

 

Respons cepat dan penanganan humanis dari Polsek Gunung Malela ini kembali menegaskan komitmen Polres Simalungun sebagai institusi yang tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga menjaga ketenangan dan rasa aman masyarakat dengan pendekatan yang berempati dan profesional. ( red)