mediakrimsustnipolri.com

SUKABUMI, Jumat 5 Juni 2026 – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cireundeu Bersatu FORMACI menggelar aksi damai di kawasan Cireundeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Aksi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis MBG di wilayah setempat.

Kegiatan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian, TNI, serta unsur Muspika Kecamatan Nagrak. Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu perhatian dan evaluasi dari pihak pengelola SPPG.

Tokoh masyarakat Girijaya Apih Endin menyampaikan keluhan sudah beberapa kali disampaikan ke pengelola. Namun hingga saat ini masyarakat belum memperoleh penjelasan maupun tindak lanjut memadai.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Harapan kami sederhana, yakni adanya respons dan komunikasi yang baik dari pihak pengelola terhadap berbagai persoalan yang dirasakan warga,” ujarnya.

Beberapa isu yang disorot warga:

1. *Dampak lingkungan*: Saluran pembuangan air dapur SPPG disebut menimbulkan aroma kurang sedap di permukiman warga.

2. *Kualitas makanan*: Ada laporan buah kurang segar hingga menu yang perlu dievaluasi agar layanan ke siswa lebih baik.

3. *Keterlibatan UMKM*: Minimnya pelibatan pelaku UMKM lokal dalam penyediaan bahan baku dapur SPPG. Warga berharap potensi ekonomi sekitar diberdayakan lewat kemitraan terbuka dan berkeadilan.

4. *Transparansi & administrasi*: Sistem pengolahan limbah, transparansi pengelolaan, dan administrasi dinilai perlu perhatian serius.

Ketua Cabang PGRI Girijaya H. Surya menambahkan evaluasi kualitas makanan perlu melibatkan siswa sebagai penerima manfaat. Masukan peserta didik dinilai penting untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Warga menegaskan mendukung penuh program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak. Namun pelaksanaan di lapangan harus diimbangi pengawasan dan perbaikan berkelanjutan.

“Kami mendukung program pemerintah ini. Yang kami inginkan adalah kualitas pelayanan yang lebih baik sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Apih Endin.

Massa aksi juga meminta pengelola SPPG dan yayasan yang menaungi membuka ruang komunikasi intensif dengan masyarakat untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan publik.

Hingga aksi berakhir, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG. Warga berharap dialog konstruktif segera dilakukan agar persoalan diselesaikan terbuka demi keberlanjutan program.

Reporter: Asep  Lodaya