mediakrimsustnipolri.com

​CIANJUR, – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa dampak positif bagi masyarakat, kini justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan. Praktik dugaan jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG baru-baru ini mencuat di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

​Aksi tipu-tipu bermodus “jatah pengelolaan dapur” ini tidak main-main. Salah satu korban dilaporkan mengalami kerugian finansial yang fantastis, yakni mencapai lebih dari Rp1 miliar.

​Modus Operandi Calo Dapur MBG

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, modus penipuan ini dilakukan oleh oknum calo yang mendatangi korban secara langsung. Oknum tersebut menawarkan titik lokasi dapur MBG baru yang diklaim resmi dari pusat.

​Untuk bisa mendapatkan hak kelola atau kepemilikan titik dapur tersebut, korban diminta menyetorkan sejumlah uang muka (DP) yang bervariasi antara Rp150 juta hingga Rp200 juta per titik, tergantung pada wilayah dan lokasi strategis dapur tersebut.

​Korban mengaku sempat didatangi beberapa kali oleh pelaku. Para pelaku meyakinkan korban bahwa seluruh biaya pembangunan fisik dapur yang dikeluarkan mandiri oleh korban nantinya akan diganti oleh pemerintah, dan korban otomatis ditunjuk sebagai pihak pengelola operasional dapur.

​Pembangunan Mangkrak dan Pelaku Menghilang

​Tergiur dengan janji manis tersebut, korban akhirnya menyetorkan uang untuk memesan dua titik dapur sekaligus membiayai proses pembangunan fisiknya sendiri. Namun nahas, setelah progres pembangunan fisik dapur berjalan sekitar 40 persen, janji penggantian dana tak kunjung terealisasi.

​Secara tiba-tiba, oknum yang menawarkan titik dapur tersebut menghilang dan tidak dapat dihubungi. Akibatnya, proyek pembangunan dapur MBG tersebut kini mangkrak karena modal milik korban telah habis terkuras hingga lebih dari Rp1 miliar.

​Diduga Banyak Korban Lain

​Kasus ini diduga merupakan fenomena gunung es. Menurut pengakuan korban, korban dari praktik lancung calo jual beli titik dapur MBG ini terbilang banyak di Cianjur. Berdasarkan relasi dan jaringan korban saja, diperkirakan sudah ada belasan orang lainnya yang terjebak dalam modus penipuan serupa.

​Merespons maraknya kasus seperti ini di berbagai daerah, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah menegaskan bahwa lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG ditentukan langsung oleh otoritas pusat berdasarkan verifikasi ketat,

dan sama sekali tidak diperjualbelikan kepada pihak swasta atau perorangan melalui perantara/calo. Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada terhadap segala bentuk tawaran kerja sama MBG yang meminta imbalan uang di muka.

​Sumber informasi: Olahan reportase video jurnalisme warga di media sosial TikTok – Facebook WartaCianjur.com.