SUKABUMI – Krimsus TNI Polri

Wakil ketua komisi ll DPRD provinsi jawa barat Dapil Kokab Sukabumi, Hj. Lina Ruslinawati, melaksanakan kegiatan Reses IIl Tahun Sidang 2025-2026 guna menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat di Desa Cintayakan.

Dalam keterangannya, Hj. Lina Ruslinawati menyampaikan bahwa kegiatan reses berbeda dengan agenda komisional yang biasanya berkaitan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tertentu seperti pertanian, kehutanan maupun peternakan.

“Kalau sekarang ini saya sedang reses sebagai perwakilan masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya daerah pemilihan saya. Jadi bukan membawa tugas komisional. Reses ini fokus untuk menampung aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh usulan masyarakat dipercayakan kepada kepala desa melalui hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang sebelumnya telah dilaksanakan.

“Kami percayakan kepada Pak Kades karena beliau yang paling mengetahui kondisi masyarakatnya. Saya yakin usulan yang disampaikan merupakan prioritas kebutuhan warga dan nantinya akan saya kawal melalui SDP agar bisa diperjuangkan,” katanya.

Selain menyerap aspirasi pembangunan, Hj. Lina Ruslinawati juga mengajak masyarakat untuk mulai mandiri menghadapi kondisi ekonomi yang saat ini dinilai belum stabil.

“Saat ini kondisi perekonomian memang tidak baik-baik saja. Karena itu masyarakat harus bersabar sambil terus berusaha dan berdoa,” ungkapnya.
Ia juga mendorong masyarakat agar memanfaatkan program pemerintah terkait ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk kebutuhan sehari-hari.

“Misalnya menanam cabai, bawang, atau sayuran di pekarangan rumah. Tidak perlu lahan luas, yang penting bisa memenuhi kebutuhan dapur sendiri. Bahkan kalau memungkinkan bisa memelihara ternak kecil sebagai sumber protein keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, pola hidup mandiri seperti itu sudah banyak diterapkan di sejumlah daerah dan terbukti mampu membantu ekonomi keluarga.

“Ada contoh di Jember, satu keluarga bisa hidup dengan pengeluaran hampir nol rupiah untuk kebutuhan makan sehari-hari karena semua ditanam sendiri di pekarangan rumah,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah sebenarnya telah menyediakan berbagai program pelatihan, pendampingan hingga bantuan fasilitas bagi masyarakat yang ingin mengembangkan ketahanan pangan keluarga.

“Pemerintah sudah memfasilitasi, tinggal bagaimana kemauan masyarakatnya. Jangan sampai terlalu bergantung pada bantuan semata. Bantuan memang solusi, tapi masyarakat juga harus kreatif dan mau berusaha,” tegasnya.

Hj. Lina Ruslinawati berharap masyarakat dapat bersama-sama membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga demi kesejahteraan bersama.

“Yuk sama-sama kita tingkatkan kesejahteraan diri sendiri dengan memanfaatkan apa yang kita miliki. Secara tidak langsung itu akan membantu perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat,” pungkasnya.(Resi)