mediakrimsustnipolri.com
Tegaskan Ketahanan Energi dan Bencana sebagai Pilar Indonesia Emas 2045
Yogyakarta, 27 Juni 2026 – Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Laksda TNI Sri Yanto, S.T., menjadi _keynote speaker_ sekaligus narasumber pada Sarasehan Bela Negara dalam rangkaian Jambore dan Olimpiade Bela Negara Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Bela Negara untuk Ketahanan Energi dan Bencana dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045” tersebut dilaksanakan di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UPN “Veteran” Yogyakarta Dr. Hendro Widjanarko, S.E., M.M.; Dekan Fakultas Teknik Industri Dr. Awang Hendrianto Pratomo, S.T., M.T.; Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. Drs. Susanta, M.Si.; serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Sistem Informasi FTME Dr. Tedy Agung Cahyadi, S.T., M.T.
Dalam penyampaiannya, Dirjen Pothan menegaskan bahwa bela negara merupakan amanat konstitusi dan tanggung jawab seluruh komponen bangsa untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dari berbagai ancaman, baik militer, nonmiliter, maupun hibrida.
Dirjen Pothan juga menyampaikan bahwa ketahanan energi dan ketahanan bencana merupakan dua pilar strategis bagi kedaulatan bangsa. Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang besar, namun masih dihadapkan pada tantangan ketergantungan impor energi dan tingginya risiko bencana karena berada di kawasan _Ring of Fire_.
Untuk itu, penguatan kesadaran bela negara perlu dilakukan melalui implementasi *lima Nilai Dasar Bela Negara*, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.
Lebih lanjut, Dirjen Pothan mengajak generasi muda untuk mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara melalui aksi nyata, seperti menghemat energi, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang maju, mandiri, tangguh, dan berdaulat. ( red)
Sumber. Baginfosiptala





