mediakrimsustnipolri.com

JAKARTA– Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili oleh Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Panglima TNI Marsda TNI Basuki Rochmat secara resmi menutup _Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026_ di GOR A. Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (24/08/2026).

Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, 23 hingga 24 Agustus 2026 ini, diikuti oleh peserta dari kategori umum dan mahasiswa. Ajang ini menjadi bukti komitmen TNI dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang keamanan siber.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Askomlek, ditekankan pentingnya kesiapan menghadapi ancaman di era digital.

“Patut disadari bahwa menguasai teknologi dan menjaga ruang Siber tidak semudah membalik telapak tangan namun memerlukan kerja keras, konsistensi, dan dedikasi.

Terlebih saat ini, kita berada di era kognitif warfare dimana ancaman tidak hanya menyasar infrastruktur jaringan tetapi juga cara berpikir, emosi, dan persepsi,” ujar Panglima TNI.

Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Antusiasme peserta tercatat sangat tinggi. Tercatat 638 tim mendaftar dan 543 tim mengikuti seluruh kategori perlombaan, dengan total keseluruhan peserta mencapai 1.397 orang.

Atas capaian tersebut, _Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026_ berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Kompetisi Keamanan Cyber dengan Peserta Terbanyak” Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, kepada panitia penyelenggara.

Daftar Juara

Kategori Umum:

Attack Defense : Juara 1 – OozmaKappa

Digital Forensik : Juara 1 – unsigned long

Incident Response : Juara 1 – Patient Zero

Kategori Mahasiswa:

Attack Defense : Juara 1 – leftshots, Universitas Indonesia

Digital Forensik : Juara 1 – TelSec – lord have mercy on us, Universitas Telkom

Incident Response : Juara 1 – Sandi Cygnus, Politeknik Siber dan Sandi Negara

Penyelenggaraan _Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026_ diharapkan menjadi wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus menjaring talenta-talenta siber potensial. Hal ini penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika ancaman yang semakin kompleks di ruang siber.

TNI terus berkomitmen membangun pertahanan siber yang kuat demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. ( red)

 

Sumber: Puspen TNI