mediakrimsustnipolri.com

JAKARTA —  Komandan Kodiklatad Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., menghadiri Rapat Uji Naskah III Doktrin Armed, Doktrin Siber, perubahan organisasi dan tugas (Orgas) Sopsad, Rumkit Tk. II, Sat-71 Kopassus dan Sat-81 Kopassus, serta pembentukan Orgas SOAG Kopassus.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tri Budi Utomo, bertempat di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Mabesad, Kamis (5/11/2026).

Ini bukan rapat biasa. Ini adalah rapat yang menentukan masa depan TNI AD. Doktrin Armed, Doktrin Siber, organisasi Sopsad, Rumkit, hingga Kopassus, semua dibahas, semua diuji, semua dimantapkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Rapat yang turut dihadiri Irjenad, Koorsahli Kasad, para Asisten Kasad, Dirdok Kodiklatad serta para Kepala Balakpus dan Kotama ini merupakan tahapan penting dalam proses penyempurnaan naskah doktrin dan organisasi TNI AD.

Uji naskah dilaksanakan untuk menelaah substansi, mengkaji kesesuaian materi dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan lingkungan strategis, sekaligus menghimpun saran serta masukan dari para peserta sebagai bahan pertimbangan pimpinan TNI AD sebelum memperoleh persetujuan untuk disahkan.

Uji naskah tahap III adalah tahap krusial. Setiap pasal ditelaah, setiap substansi dikaji, setiap materi dicocokkan dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan lingkungan strategis.

Apakah Doktrin Armed sudah relevan dengan perang modern? Apakah Doktrin Siber sudah mampu menjawab ancaman siber? Apakah Orgas Kopassus sudah sesuai dengan tugas khusus yang semakin kompleks? Semua pertanyaan itu dibedah dalam rapat ini.

Saran dan masukan dari para peserta dihimpun sebagai bahan pertimbangan pimpinan TNI AD sebelum naskah disahkan. Tidak ada yang terburu-buru. Semua harus matang, semua harus adaptif, semua harus benar-benar menjawab kebutuhan TNI AD ke depan.

Kehadiran Komandan Kodiklatad dalam kegiatan tersebut merupakan komitmen Kodiklatad untuk berperan aktif dalam proses penyempurnaan doktrin dan pengembangan organisasi TNI AD.

Diharapkan rumusan doktrin dan organisasi yang dihasilkan semakin adaptif, relevan serta mampu menjawab tantangan tugas TNI AD ke depan dalam mewujudkan kekuatan pertahanan yang profesional, modern dan tangguh.

Kodiklatad sebagai lembaga pendidikan dan doktrin TNI AD memiliki peran sentral. Dankodiklatad Letjen TNI Mohammad Fadjar hadir langsung, memastikan bahwa doktrin yang dirumuskan bukan hanya teori di atas kertas, tapi doktrin yang hidup, yang bisa diterapkan di lapangan, yang membuat TNI AD semakin profesional, modern, dan tangguh.

Doktrin yang kuat, organisasi yang adaptif, adalah kunci pertahanan negara yang tangguh. Dan TNI AD terus memantapkannya, langkah demi langkah, untuk Indonesia yang lebih kuat.

Penerangan Kodiklatad

Red