mediakrimsustnipolri.com

Jakarta – Langkah mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional BGN Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator JC disebut pakar hukum sebagai titik balik penanganan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis MBG. Keputusan Kejaksaan Agung atas permohonan ini dinilai menentukan arah kasus dan berpotensi membuka tabir keterlibatan pihak-pihak kuat di balik layar.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Azmi Syahputra menegaskan, dalam kasus korupsi yang terstruktur dan melibatkan banyak pihak, keberadaan JC punya kekuatan luar biasa mengubah peta persidangan. Sosok JC menentukan siapa diseret ke meja hijau, bukti apa yang jadi dasar, hingga seberapa berat tuntutan.

“Posisi JC di sini ibarat kunci utama. Dia yang menentukan arah pembuktian, siapa aktor sesungguhnya, hingga konstruksi dakwaan. Ini benar-benar game changer yang mengubah wajah kasus korupsi MBG,” ujar Azmi, Minggu 14 Juni 2026.

Hingga kini Kejaksaan Agung masih mendalami berkas permohonan sekaligus meneliti peran Sony di BGN. Ada dua skenario besar dengan dampak berbeda:

*Skenario 1: JC Ditolak*

Jika penyidik menemukan Sony sebagai otak utama/pelaku kunci, jaksa berada di posisi paling menguntungkan. Tanpa keringanan hukuman, jaksa bisa menuntut pidana maksimal dan menjerat semua pihak pakai Pasal 15 UU Tipikor tentang pemufakatan jahat. Seluruh jaringan bisa dijerat tanpa ada yang lolos.

*Skenario 2: JC Diterima*

Jika diterima, artinya Sony membuktikan ia bagian dari sistem yang lebih besar dan ada pihak lebih tinggi mengendalikan aliran dana. Mantan wakil ketua ini diprediksi akan “bernyanyi” lengkap: membongkar rahasia birokrasi, angka pemborosan anggaran fantastis, hingga jejak aset yang diduga disembunyikan atau dialihkan.

“Jika dia diterima sebagai JC, kecepatan pengungkapan kasus meningkat drastis. Kita bisa lihat jaringan ini bekerja: mulai pejabat tinggi, orang berpengaruh, calo, perantara, hingga praktik jual-beli penentuan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG. Semua bisa runtuh sekaligus berkat keterangannya,” jelas Azmi.

Azmi mengingatkan semua kemungkinan masih di tangan penyidik. Mengingat posisi Sony yang strategis dan mengetahui seluk-beluk lembaga, keputusan akhir Kejagung sangat dinantikan publik. Apakah jadi saksi kunci pembongkar atau tersangka utama yang memikul beban pidana, bergantung pada fakta di lapangan.

“Lihat posisinya, dia mantan Wakil Ketua. Apa yang dia tahu pasti banyak. Ke mana arah ajuan JC ini, kita tunggu hasil pembuktian tim penyidik. Di situlah letak jawabannya,” pungkas Azmi.

Tim Redaksi