mediakrimsustnipolri.com
Sukabumi – Ratusan warga di wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan usai menghadiri acara syukuran empat bulanan di Kampung Tugu RT 03/02, Desa Tugubandung, Sabtu (23/8/2025).
Data sementara dari Puskesmas Kabandungan mencatat sebanyak 117 orang mengalami gejala sakit. Dari jumlah tersebut, 35 orang harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas, sementara sisanya ditangani di pos kesehatan. Tidak ada korban jiwa maupun pasien yang dirujuk ke rumah sakit.
Gejala yang dikeluhkan warga antara lain pusing, mual, muntah, dan diare.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan petugas kesehatan, peristiwa ini berawal pada Jumat malam (22/8/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, ketika seorang warga bernama Ny. Ira menggelar acara syukuran empat bulanan. Acara tersebut dihadiri warga setempat yang kemudian menyantap hidangan selamatan sekitar pukul 20.30 WIB.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 23.00 WIB, sejumlah warga mulai merasakan keluhan pusing, mual, muntah, hingga diare. Keesokan paginya, Sabtu (23/8) sekitar pukul 08.30 WIB, warga yang mengalami gejala langsung dibawa ke Puskesmas Kabandungan untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga pukul 14.30 WIB, dilaporkan sudah ada 21 orang yang mendapat perawatan. Jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai lebih dari seratus orang.
Langkah Penanganan
Tim Puskesmas Kabandungan bersama camat, tenaga surveilans, dan aparat setempat segera melakukan investigasi lapangan. Petugas juga mengambil sejumlah sampel makanan yang disajikan pada acara tersebut untuk diuji lebih lanjut.
Adapun sampel yang dikumpulkan di antaranya: ayam bakar, nasi, sambal, lalapan, sop buah, bolu, serta sampel muntahan dari pasien.
Selain itu, Puskesmas Kabandungan membuka posko darurat, memberikan penanganan langsung kepada pasien, serta melakukan pemantauan kondisi warga terdampak. Warga dengan keluhan ringan sebagian besar sudah dipulangkan, sementara yang masih membutuhkan observasi dirawat di puskesmas.
Hingga berita ini diturunkan, investigasi terkait penyebab pasti keracunan masih dilakukan oleh pihak terkait.
Reporter:Asep lodaya





