mediakrimsustnipolri.com
SUKABUMI – Aksi kejahatan bermodus penyamaran sebagai anggota kepolisian kembali menghantui warga Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Dalam rentang waktu singkat, komplotan pelaku diduga telah menyasar sedikitnya dua rumah warga dan membawa kabur puluhan gram perhiasan emas.
Peristiwa pertama terjadi pada Minggu di Kampung Waluran, RT 09 RW 02. Rumah milik seorang warga bernama Leoni didatangi empat pria tak dikenal yang mengaku sebagai aparat kepolisian dari Polda. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di tempat, sehingga para pelaku hanya berhadapan dengan anggota keluarga.
Dengan dalih melakukan pemeriksaan, para pelaku masuk ke dalam rumah dan menggeledah sejumlah lemari serta laci. Aksi tersebut berujung pada hilangnya perhiasan emas seberat sekitar 8 gram. Usai beraksi, para pelaku langsung meninggalkan lokasi tanpa perlawanan.
Tak berselang lama, kejadian serupa kembali terulang. Pada Rabu, komplotan tersebut kembali menyatroni rumah warga lain di RT 12 RW 02, Desa Waluran Mandiri. Modus yang digunakan masih sama, yakni mengaku sebagai aparat kepolisian yang tengah melakukan pemeriksaan. Dalam kejadian kedua ini, korban mengalami kerugian lebih besar dengan hilangnya perhiasan emas sekitar 25 gram. Sementara di lokasi BRI Link yang berada di area yang sama, para pelaku diduga sempat berupaya beraksi namun belum berhasil mengambil barang apa pun.
Kesamaan modus dan ciri-ciri pelaku membuat warga menduga kuat bahwa aksi tersebut dilakukan oleh satu jaringan yang sama. Pada kejadian pertama, pelaku diketahui menggunakan mobil sedan berwarna putih. Sedangkan pada aksi berikutnya, mereka berganti kendaraan menggunakan mobil Toyota Innova hitam bernomor polisi F 1302 RV. Jumlah pelaku pun bertambah, dari empat orang menjadi sekitar enam orang.
Aksi pelaku sempat hampir berujung penangkapan. Beberapa warga berusaha mengejar,salah satunya seseorang menghalangi kendaraan pelaku menggunakan sepeda motor hingga wilayah Pasir Piring. Namun upaya tersebut gagal setelah sepeda motor yang digunakan mengalami mogok, sementara para pelaku berhasil meloloskan diri ke arah Simpenan.
Hingga saat ini, para korban diketahui belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Meski demikian, korban telah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kapos Pol wilayah Waluran di bawah naungan Polsek Ciracap. Warga menyayangkan belum adanya langkah konkret di lapangan, meskipun informasi awal telah disampaikan.
Masyarakat Waluran Mandiri berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap identitas dan jaringan pelaku. Warga juga mendesak peningkatan patroli serta pengawasan demi mengantisipasi aksi serupa terulang kembali.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai aparat penegak hukum tanpa menunjukkan identitas resmi serta prosedur yang jelas.
Tim red





