mediakrimsustnipolri.com

Sukabumi – Saya berkesempatan mengunjungi salah satu situs bersejarah yang menyimpan jejak peradaban Sunda kuno, yakni Situs Batu Kujang yang berada di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Perjalanan menuju lokasi memang membutuhkan sedikit usaha, namun semua terbayar lunas begitu saya tiba dan menyaksikan langsung keunikan peninggalan megalitik yang masih terjaga hingga kini.

Situs Batu Kujang berlokasi di Kampung Tenjolaya Girang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug. Kendaraan roda dua maupun roda empat hanya dapat mencapai desa terdekat. Selanjutnya, saya harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalur setapak yang dikelilingi pepohonan dan udara sejuk khas lereng Gunung Salak. Justru perjalanan inilah yang menambah kesan petualangan sekaligus kedekatan dengan alam.

Setibanya di area situs, perhatian saya langsung tertuju pada Batu Kujang, sebuah menhir tinggi yang bentuknya menyerupai kujang, senjata tradisional khas Sunda. Batu ini berada di teras tertinggi dan diyakini menjadi pusat dari keseluruhan situs. Aura sakral begitu terasa, seakan membawa saya kembali ke masa ribuan tahun silam.

Tak jauh dari sana, saya juga melihat Batu Jolang atau Batu Kursi, berupa batu datar besar yang menyerupai tempat duduk. Menurut penuturan warga sekitar, batu ini dipercaya memiliki fungsi ritual pada masa lalu. Selain itu, terdapat pula Batu Mayat, deretan batu alam yang diberi nama berdasarkan bentuk dan posisinya, menambah keunikan sekaligus misteri situs ini.

Situs Batu Kujang merupakan bukti nyata adanya peradaban megalitik di Tatar Sunda, yang menunjukkan tradisi pemujaan leluhur sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha. Keberadaan menhir-menhir dan susunan batu melingkar di kawasan ini memperkuat dugaan bahwa tempat ini dahulu digunakan sebagai lokasi ritual spiritual oleh masyarakat Sunda kuno.

Selain nilai sejarah dan arkeologinya, situs ini juga menawarkan panorama alam yang memanjakan mata. Dari beberapa titik, saya dapat menikmati pemandangan hijau lereng Gunung Salak yang asri dan menenangkan. Tak heran jika banyak pengunjung datang bukan hanya untuk belajar sejarah, tetapi juga untuk merasakan ketenangan dan energi alam yang kuat.

Dengan tiket masuk yang terjangkau, sekitar Rp10.000 per orang, serta jam operasional dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, Situs Batu Kujang layak menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya yang edukatif. Bagi pecinta sejarah, peneliti, maupun wisatawan yang gemar menjelajah tempat penuh cerita dan legenda, situs ini adalah pilihan yang sangat tepat.

Kunjungan saya ke Situs Batu Kujang bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan pengalaman menyelami warisan leluhur yang sarat makna. Situs ini menjadi pengingat bahwa Sukabumi tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga menyimpan sejarah panjang peradaban yang patut dijaga dan dikenalkan kepada generasi mendatang. ( Resi)