Sukabumi // mediakrimsustnipolri.com/

Sebanyak 47 kepala desa dari total 381 desa di Kabupaten Sukabumi mengikuti peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/1/2026).

Peringatan Hardesnas tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, para camat, perwakilan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Parade Nusantara, serta sejumlah lembaga kemasyarakatan desa.

Hardesnas 2026 mengusung tema “Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045”, sebagai penguatan peran desa dalam pembangunan nasional jangka panjang.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa desa saat ini tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek sekaligus ujung tombak penggerak ekonomi nasional.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Salah satu instrumen strategis yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan adalah keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Koperasi ini menjadi wadah konsolidasi potensi ekonomi desa, mulai dari sektor pertanian, perikanan, UMKM, hingga distribusi dan pemasaran produk unggulan desa,” ujar Bupati.
Oleh karena itu, Bupati meminta para kepala desa beserta jajaran terkait untuk terus mengawal percepatan pembentukan dan penguatan koperasi desa sebagai wujud sinergi nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati juga mendorong lahirnya desa-desa inovatif di Kabupaten Sukabumi, yakni desa yang mampu membaca peluang, adaptif terhadap perubahan, serta kreatif dalam menjawab tantangan zaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, menyampaikan bahwa peringatan Hardesnas menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis desa sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional.
“Desa hari ini bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai motor penggerak pembangunan bagi negara,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Desa Nasional bertujuan meningkatkan kesadaran dan komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya pembangunan desa, memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa, serta mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Sebagai rangkaian peringatan Hardesnas 2026, kegiatan gotong royong bakti desa telah dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi beberapa hari sebelumnya.

Untuk tingkat nasional, peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Di akhir acara, Bupati Sukabumi menyerahkan piagam penghargaan kepada puluhan desa berprestasi se-Kabupaten Sukabumi sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan inovasi dalam pembangunan desa.

(Resy)