Mediakrimsustnipolri.com

SUKABUMI, 11 Agustus 2026 — Setelah menjalankan pengabdian selama kurang lebih 36 hari, Kelompok X Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) di Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terus mendorong berbagai program yang berorientasi pada mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, serta penguatan sektor pertanian.

Kegiatan yang dipimpin oleh, Muhammad Balyan,” tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah, di antaranya Kampung Bojongmalang RT 02/RW 09 dan Dusun Tanjakan. Berbagai program dirancang berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat, khususnya wilayah yang terdampak bencana tanah longsor dan pergeseran tanah.

Salah satu program utama yang telah dilaksanakan adalah Sekolah Mitigasi Bencana yang terbagi dalam dua fase. Fase pertama menyasar masyarakat Kampung Bojongmalang, sementara fase kedua dilaksanakan bagi siswa dan siswi SMP Negeri 1 Warungkiara.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan generasi muda mengenai potensi bencana, langkah-langkah kesiapsiagaan, serta pentingnya membangun kesadaran bersama terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Selain mitigasi bencana, Kelompok X KKN UMMI juga melaksanakan program penanganan sampah melalui pembuatan rocket Stuff sebagai tempat pembuangan sampah sementara di Kampung Bojongmalang. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di tengah masyarakat.

Di bidang lingkungan, program Warungkiara Hijau diwujudkan melalui penanaman sekitar 204 bibit pohon dan tanaman. Sebanyak 10 bibit ditanam secara simbolis di Dusun Tanjakan, sedangkan bibit lainnya dibagikan kepada para petani yang kebun atau lahannya terdampak bencana tanah longsor dan pergeseran tanah.

Program penghijauan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan kehidupan dari lahan pertanian.

Kelompok X KKN UMMI juga turut melakukan normalisasi saluran irigasi di Kampung Bojongmalang. Saluran tersebut sebelumnya mengalami penyumbatan akibat material longsor sehingga mengganggu pasokan air menuju sawah dan perkebunan warga. Perbaikan dilakukan agar aliran air dapat kembali normal dan mendukung aktivitas pertanian masyarakat, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.

Dalam bidang kesehatan, mahasiswa KKN menggelar cek kesehatan gratis di Posko KKN. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 50 warga dari RW 09 dan RW 10 Kampung Bojongmalang.

Sementara itu, di sektor pertanian, Kelompok X KKN UMMI turut mendorong revitalisasi kelompok tani sebagai upaya mengaktifkan kembali kelembagaan petani di tingkat masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar masyarakat Desa Warungkiara, sekitar 70 persen, berprofesi sebagai petani.

Revitalisasi kelompok tani diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat komunikasi, kerja sama, serta pengembangan aktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Memasuki penghujung masa pengabdian, Kelompok X KKN UMMI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Warungkiara yang telah berpartisipasi serta mendukung pelaksanaan berbagai program selama kegiatan KKN berlangsung.

Mahasiswa KKN juga berharap berbagai program yang telah dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau simbolis, melainkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kesadaran terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana juga diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi yang berkesinambungan antara warga, kelompok masyarakat, dan aparatur desa.

“Harapannya, program-program yang telah kami jalankan dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami juga mengajak masyarakat untuk semakin peka terhadap kondisi lingkungan dan bersama-sama menjaga Desa Warungkiara,” demikian semangat yang disampaikan Kelompok X KKN UMMI.

Dengan berbagai program tersebut, kehadiran mahasiswa KKN di Desa Warungkiara diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan selama masa pengabdian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana, peduli terhadap lingkungan, sehat, serta memiliki sektor pertanian yang semakin kuat.

Report Agus