mediakrimsustnipolri.com
SUKABUMI – Memasuki musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan dan kebakaran hutan, lahan, serta permukiman.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi melalui rilisnya, Kamis (3/7/2026) menyampaikan bahwa kemarau panjang berpotensi menyebabkan kekurangan air bersih yang berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat.
Untuk mengantisipasi kekeringan, masyarakat diminta melakukan 5 langkah: Hemat Air dengan menggunakan air seperlunya, Tampung Air Hujan sebelum musim kering tiba, Perbaiki Kebocoran pada pipa dan keran, Jaga Sumber Air seperti mata air, sungai, dan sumur dari pencemaran, serta Gotong Royong bersama warga dalam menjaga sumber daya air.
“Dampak kekeringan tidak main-main. Mulai dari kekurangan air bersih, gagal panen, terganggunya aktivitas, hingga meningkatnya risiko masalah kesehatan,” tegasnya.
Selain kekeringan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran. Untuk itu, Damkar Sukabumi mengajak masyarakat mencegah kebakaran dengan: Jangan Membakar Lahan atau Sampah, Jangan Membuang Puntung Rokok yang Masih Menyala,
Waspadai Api dan Listrik dengan memastikan instalasi aman, Jaga Kawasan Hijau sebagai benteng alami dari kebakaran, dan Laporkan Segera ke petugas terdekat jika melihat asap atau api.
Kebakaran dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, kerugian materi, serta terganggunya transportasi dan aktivitas warga.
“Cegah Kekeringan, Cegah Kebakaran! Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita cegah dari diri kita sendiri untuk kita dan generasi mendatang,”_ pungkasnya. ( red)







