mediakrimsustnipolri.com

SUKABUMI – Jalur fungsional ruas Tol Bocimi (Bogor–Ciawi–Sukabumi) Seksi 3 resmi dibuka secara terbatas pada Sabtu (14/3/2026). Pembukaan jalur ini dilakukan untuk membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas dari arah Jakarta dan Bogor menuju wilayah Sukabumi.

Pengendara yang melintas dari arah Bogor dapat keluar melalui Exit Tol Pondok Tisuk atau Exit Parungkuda, yang disiapkan sebagai jalur alternatif guna menghindari kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Pasar Cibadak.

Kapolres Sukabumi Samian menyampaikan bahwa pembukaan jalur ini bersifat fungsional atau sementara, sehingga operasionalnya masih dibatasi dengan sejumlah aturan demi keselamatan pengguna jalan.

“Jalur fungsional ini dibuka secara situasional untuk mempercepat mobilitas kendaraan menuju Sukabumi Kota maupun Palabuhanratu, sekaligus mengurangi kepadatan di titik rawan kemacetan,” ujarnya.

Dalam pengoperasiannya, jalur fungsional tersebut hanya dibuka pada pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Pembatasan waktu dilakukan karena fasilitas penerangan jalan di beberapa titik masih belum memadai.

Selain itu, jalur ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I, seperti sedan, jip, dan minibus. Sementara kendaraan besar seperti bus dan truk untuk sementara belum diperbolehkan melintas.

Meski jalur fungsional belum dikenakan tarif khusus, pengguna jalan tetap diwajibkan melakukan tapping kartu e-toll di gerbang tol sebelumnya sesuai prosedur yang berlaku.

Selama pembukaan jalur tersebut, pengamanan dan pengaturan lalu lintas melibatkan personel dari Polres Sukabumi, Polsek Nagrak, Dinas Perhubungan, BPBD, serta relawan dari Radio Antar Penduduk Indonesia.

Pengendara juga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas, mengingat kondisi jalan di beberapa titik masih berupa lapisan aspal dasar atau beton yang belum sepenuhnya sempurna. Rambu-rambu darurat dan arahan petugas di lapangan harus tetap dipatuhi.

Kapolres menegaskan, pembukaan jalur ini sangat bergantung pada kondisi di lapangan, termasuk faktor cuaca dan perkembangan konstruksi. Apabila terjadi cuaca ekstrem atau potensi bencana seperti longsor, jalur fungsional dapat ditutup sewaktu-waktu demi keselamatan pengguna jalan.

Aaep Lodaya