mediakrimsustnipolri.com
Sukabumi — Sajian dalam programy Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak PAUD dan peserta Posyandu di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menuai sorotan dari masyarakat.
Paket makanan yang diterima dinilai jauh dari standar kelayakan dan tidak mencerminkan tujuan program peningkatan gizi.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa isi paket MBG yang diterima sangat terbatas, bahkan dinilai tidak mencukupi kebutuhan gizi anak.
“Isinya cuma mie instan, dua kotak susu, sepotong jeruk—bukan satu buah utuh—dan beberapa butir anggur. Itu pun untuk konsumsi tiga hari,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Pasalnya, program MBG seharusnya menjadi upaya konkret dalam memenuhi kebutuhan gizi anak usia dini dan balita, khususnya dalam masa pertumbuhan yang krusial.
Sejumlah warga berharap adanya evaluasi menyeluruh dari pihak terkait, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas makanan yang disalurkan. Mereka menilai, tanpa perbaikan yang signifikan, tujuan utama program untuk mendukung tumbuh kembang anak tidak akan tercapai secara optimal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait, termasuk SPPG, atas keluhan yang disampaikan masyarakat.
Reporter: Rzl







