mediakrimsustnipolri.com
Karawang, [Tanggal Rilis]_ – Pelaksanaan agenda Reses Anggota DPR RI Komisi IX dr. Hj. Nurrachadiana, http://M.H.Kes., di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karawang menuai kekecewaan sejumlah awak media.
Kegiatan bertema “Advokasi dan Sosialisasi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan” yang merupakan kemitraan bersama Kementerian Kesehatan Kemenkes ini diwarnai isu diskriminasi terhadap jurnalis.
Sejumlah wartawan yang hadir untuk mendokumentasikan kegiatan, mengawal aspirasi masyarakat, serta menyebarluaskan informasi pelayanan kesehatan publik, menyayangkan adanya perlakuan tebang pilih terkait alokasi anggaran publikasi media.
Kekecewaan memuncak saat jurnalis melakukan konfirmasi kepada tim teknis/panitia reses terkait transparansi anggaran untuk bagian media di titik tersebut.
Alih-alih mendapat jawaban solutif, pihak tim reses berdalih jatah anggaran media untuk titik Gedung Dakwah Muhammadiyah tidak ada karena sudah dihabiskan atau dialokasikan di lokasi reses lain.
“Kami hadir menjalankan fungsi pers, memastikan publik tahu apa yang disosialisasikan Kemenkes dan wakil rakyat. Sangat tidak adil jika anggaran bersumber dari negara untuk publikasi ini dikelola tebang pilih. Media di titik ini seolah dianggap tidak ada,” ujar salah satu wartawan di lokasi.
Hingga berita ini dimuat, belum ada respons atau klarifikasi resmi dari dr. Hj. Nurrachadiana, http://M.H.Kes., maupun perwakilan resmi Komisi IX DPR RI terkait keluhan manajemen anggaran reses dan tudingan perlakuan diskriminatif terhadap insan pers.
Para jurnalis berharap ada evaluasi ketat agar fungsi kemitraan antara legislatif dan media dapat berjalan transparan tanpa pemilah-milahan wilayah di Karawang.
*Report: DARSA*







