mediakrimsustnipolri.com
Jakarta, 26 Agustus 2026 – Tangis haru dan rasa syukur menyambut kepulangan Kiki Chandra, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nganjuk, Jawa Timur, yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Baghdad, Irak. Setelah melalui proses pemulangan selama sekitar 40 hari, Kiki tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kedatangan Kiki disambut langsung oleh Ketua Umum Rumah Perempuan dan Anak Indonesia (RPA Indonesia) Jeannie Latumahina bersama tim DPP RPA Indonesia: Yusuf Pradika, Paulus Tutuarima, Desi Balubun, Zidan, Marnih, Yeyen, dan Wanti.
Turut mendampingi Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, diwakili Bapak Ahmad beserta tim. Pertemuan berlangsung di ruang lounge PWNI Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sinergi lintas lembaga wujudkan kepulangan yang bermartabat
Jeannie Latumahina menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak yang mengawal proses pemulangan Kiki dari Baghdad hingga Jakarta.
“Puji Tuhan, setelah melalui proses sekitar 40 hari, Kiki akhirnya dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi RPA Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Baghdad, serta Radio Andika FM Kediri.
Bagi kami, kepulangan Kiki bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi perjuangan untuk mengembalikan seorang anak kepada keluarganya dengan aman dan bermartabat,” ujar Jeannie.
Jeannie menegaskan, tanggung jawab terhadap korban tidak berhenti ketika korban tiba di Indonesia. Pendampingan harus dikawal hingga korban benar-benar kembali ke daerah asal dan pulih secara psikososial.
“Bagi kami, tugas belum selesai hanya karena Kiki telah menginjakkan kaki di Indonesia. Kami ingin memastikan ia benar-benar sampai kepada keluarganya di Nganjuk. Ada keluarga yang menunggu, ada hati yang terluka, dan ada masa depan yang harus kembali dibangun,” tegasnya.
Perjalanan dilanjutkan ke Nganjuk
Usai penyambutan di Jakarta, tim DPP RPA Indonesia Yusuf Pradika dan Paulus Tutuarima mengantarkan Kiki menuju Stasiun Pasar Senen. Kiki melanjutkan perjalanan ke Nganjuk menggunakan Kereta Api Singasari pada Rabu malam pukul 21.55 WIB dan dijadwalkan tiba di Nganjuk pada Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 09.26 WIB.
Dengan mata berkaca-kaca, Kiki Chandra menyampaikan terima kasih kepada RPA Indonesia, Radio Andika FM Kediri, Kementerian Luar Negeri RI, dan KBRI Baghdad atas bantuan, perhatian, dan pendampingan selama proses kepulangannya.
“Tuhan akan membalas semua kebaikan dan budi baik Bapak dan Ibu sekalian,” ungkap Kiki penuh haru.
Komitmen perlindungan berkelanjutan
RPA Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri RI melalui PWNI, Bapak Ahmad dan tim, KBRI Baghdad, serta Radio Andika FM Kediri yang telah bersinergi membantu proses pemulangan Kiki.
Desi Balubun, Zidan, Marnih, Yeyen, dan Wanti dari DPP RPA Indonesia menegaskan komitmen organisasi untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah, lembaga terkait, media, dan masyarakat dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada perempuan dan anak, termasuk korban TPPO.
“Bagi RPA Indonesia, setiap korban bukan sekadar angka atau sebuah kasus. Di balik setiap nama, ada keluarga yang menunggu, ada air mata yang jatuh, dan ada harapan untuk kembali pulang.
Ketika seorang korban akhirnya dapat kembali ke rumah dengan selamat, sesungguhnya kita bukan hanya mengantarkan seseorang pulang. Kita sedang mengembalikan harapan, martabat, dan masa depannya,” tutup Jeannie Latumahina.
Kepulangan Kiki menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap PMI korban TPPO membutuhkan kepedulian, kerja sama, dan pendampingan berkelanjutan. Tidak boleh ada korban yang merasa sendirian dalam memperjuangkan haknya untuk kembali kepada keluarga.( red)
Tentang RPA Indonesia
Rumah Perempuan dan Anak Indonesia (RPA Indonesia) adalah organisasi yang fokus pada perlindungan, pendampingan, dan pemberdayaan perempuan dan anak di Indonesia, termasuk korban kekerasan, perdagangan orang, dan pekerja migran bermasalah.






