mediakrimsustnipolri.com

Sukabumi, Jawa Barat – Merah Putih berkibar di podium GOR Ciracas Jakarta bukan karena seremoni. Tapi karena seorang anak perempuan berusia 11 tahun dari sebuah desa kecil di Cisaat, Sukabumi, baru saja mengharumkan nama Indonesia.

Namanya NAFISAH ASSYIFAA. Lahir 19 Oktober 2015. Usia 11 Tahun. Siswi *MIS Cibatu, NPSN 3154490164, Desa Cibatu, Kel. Cisaat, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Putri tercinta dari pasangan Sigit Ahmad dan Wika Nurjanah.

Pada tanggal 16-18 Oktober 2026, tepatnya di Ciracas Sports Hall Jakarta-Indonesia / GOR Ciracas, Jakarta, Nafisah berdiri tegak di atas matras kejuaraan internasional paling bergengsi tahun ini: INTERNATIONAL OPEN KARATE CHAMPIONSHIP SENKAIDO SERIES 8 2026.

Kejuaraan ini bukan kejuaraan biasa. Deretan bendera negara di piagam penghargaannya menjadi saksi: Indonesia, Filipina, Brunei, Kamboja, Thailand, Malaysia, Australia, India, Turki, Jepang. Semua hadir.

Nafisah mewakili Kontingen: MERDEKA UNITED Dojo MERDEKA UNITED SHOKAIDO, Jawa Barat.

Dan sesuai dengan Piagam Penghargaan / CERTIFICATE, resmi yang ditandatangani oleh Secretary of the Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia, Suyadi Pawiro dan Chairman of The Organizing Committee, H. Suparni, tertulis jelas:

“This certificate is awarded to: NAFISAH ASSYIFAA – For Achievement as: 1st Place Winner – SD KELAS 4-6 KATA HIJAU-BIRU PUTRI”.

Medali resmi berlogo FORKI & SENKAIDO pun melingkar di lehernya. Medali yang tidak hanya terbuat dari logam, tapi ditempa dari air mata latihan, doa orang tua, dan semangat pantang menyerah.

Ini Emas Untuk Jawa Barat, Ini Emas Untuk Indonesia.

Kemenangan Nafisah bukan hanya milik keluarga. Ini milik MIS Cibatu yang telah mendidiknya. Milik Dojo Merdeka United Shokaido yang telah menempanya. Milik Kabupaten Sukabumi. Milik Provinsi Jawa Barat. Dan milik Bangsa Indonesia.

Di saat banyak anak seusianya menghabiskan waktu dengan gadget, Nafisah memilih menghabiskan waktunya dengan kuda-kuda, pukulan, dan hafalan Kata. Di saat banyak yang menyerah karena fasilitas terbatas, Nafisah membuktikan bahwa juara tidak lahir dari gedung mewah, tapi dari hati yang besar.

Alhamdulillah, pada kejuaraan tersebut, ananda yang mewakili Dojo MERDEKA UNITED SHOKAIDO, Jawa Barat berhasil meraih Juara 1 dan mendapatkan piala penghargaan.

Harapan kami sebagai orang tua sederhana saja, ucap Sigit Ahmad dengan mata berkaca-kaca: Semoga ananda terus berprestasi, menjadi anak sholehah, dan bisa mengharumkan nama keluarga, sekolah, dan Jawa Barat di kancah yang lebih tinggi lagi. Mengharumkan Merah Putih.

Pesan dari sebuah Desa tempat ia, tinggal :

Di balik medali emas ini, ada pesan tulus dari sebuah desa di kaki Gunung Gede untuk para pemangku kebijakan di negeri ini.

Potensi anak-anak di daerah sangat luar biasa. Mereka memiliki mental baja, semangat juang, dan cinta tanah air yang tidak kalah. Namun, hampir semua biaya pendaftaran, transportasi dari Sukabumi ke Jakarta, dan akomodasi selama kejuaraan ini masih mandiri dari orang tua.

Kami tidak mengeluh, kami bangga bisa berjuang. Tapi kami bermimpi.

Semoga kedepan pemerintah melalui Kemenpora, FORKI, Dispora Provinsi Jawa Barat, Dispora Kabupaten/Kota Sukabumi dan pihak terkait bisa lebih hadir dan peduli. Dengan memberikan perhatian, fasilitas latihan yang layak, serta pembinaan berkelanjutan untuk dojo-dojo kecil di daerah.

Agar tidak ada lagi bibit-bibit juara seperti Nafisah yang harus berhenti di tengah jalan karena terkendala biaya. Agar dari desa-desa kecil di Jawa Barat, akan lahir lagi Nafisah-Nafisah baru yang akan terus mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas dunia.

Selamat, Nafisah Assyifaa. Terima kasih telah membuat Sukabumi bangga. Terima kasih telah membuat Jawa Barat bangga. Terima kasih telah membuat Indonesia bangga. ( red)

 

Sumber : Sigit Ahmad