mediakrimsustnipolri.com
Cikarang , 29 Mei 2026 – Di tengah dinamika perkembangan industri, pendidikan, dan tantangan sosial yang dihadapi bangsa, Nyi Raden Ayu Sonya Puteri Pratiwi mengemukakan komitmennya untuk terus mengabdikan diri bagi kemajuan Indonesia.
Perjalanannya yang penuh tantangan sejak kecil telah membentuk karakter yang kuat, yang kemudian menjadi dasar dalam berkontribusi melalui pendidikan, penguatan moral, tata kelola industri yang sehat, serta pembangunan sumber daya manusia yang berintegritas.
Sonya tidak berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Sejak kecil, ia tumbuh dalam keterbatasan sambil merawat ayahnya yang sakit berat hingga wafat ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Pengalaman tersebut membentuk dirinya menjadi pribadi yang disiplin, penuh empati, teguh prinsip, dan memiliki kecintaan mendalam terhadap ilmu pengetahuan.
Putri Indonesia yang menempuh pendidikan Akuntansi di President University dan melanjutkan studi melalui jalur Recognition of Prior Learning (RPL) di Wiyata Mandala Business School itu menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar gelar semata. “Pendidikan adalah jalan menjaga kehormatan diri, keluarga, dan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sonya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan dan pengembangan dirinya, antara lain Founder Jababeka Group Bapak SD Darmono, Advisor Rector President University Prof. Chandra Setiawan, serta Bapak Reza dari divisi Sumber Daya Manusia Jababeka Group.
“Alhamdulillah, saya percaya Allah selalu menghadirkan orang-orang baik dalam perjalanan hidup. Dukungan dari beliau-beliau menjadi amanah besar agar saya terus belajar, menjaga integritas, dan tetap bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
ROADMAP PENDIDIKAN DAN VISI KEDEPAN
Sonya menetapkan target penyelesaian pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, meliputi:
– S1 Akuntansi dan Manajemen Bisnis,
– S2 di bidang Hukum atau Hematologi,
– serta S3 Manajemen.
Ia juga memiliki visi jangka panjang untuk menjadi guru besar, konsultan pendidikan dan industri, penggerak investasi berintegritas, serta pemimpin yang mengedepankan nilai moral, keberanian, dan kepentingan rakyat.
Menurut Sonya, Indonesia memiliki potensi besar yang berasal dari kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, dan perkembangan industri. Namun, seluruh potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal jika diimbangi dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan bangsa.
Ia menyoroti pentingnya pengawasan terhadap praktik ekonomi yang berpotensi merugikan negara, termasuk penyalahgunaan sistem dan praktik transfer pricing yang jika tidak diawasi dengan baik dapat mengurangi hak penerimaan negara.
“Indonesia harus dibangun dengan kejujuran, keberanian, dan cinta tanah air. Para pejabat, profesional, dan pelaku industri harus menjaga amanah. Jangan sampai bangsa yang besar ini kehilangan martabat hanya karena manusia mudah dibeli oleh kepentingan uang dan kekuasaan,” tegasnya.
HARAPAN UNTUK INDONESIA YANG MANDIRI
Sonya menyampaikan harapannya agar Indonesia mampu menjadi negara yang mandiri secara ekonomi, kuat dalam sektor pendidikan, unggul dalam industri, serta mampu melindungi martabat warga negaranya di kancah global. “Bangsa ini terlalu besar untuk dijual oleh kepentingan sesaat. Negeri ini harus dijaga dengan ilmu, iman, akhlak, dan rasa cinta yang tulus kepada Indonesia,” ungkapnya.
Selain aktif di bidang pendidikan dan pengembangan industri, Sonya saat ini fokus memperdalam ilmu agama, kegiatan sosial kemasyarakatan, pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Dalam pesannya khusus kepada generasi muda Indonesia, Sonya mengingatkan pentingnya menjaga ibadah sholat, menghormati orang tua, hidup secara sederhana, menjauhi korupsi, tidak terjebak gaya hidup berlebihan, serta terus belajar meskipun berada dalam keterbatasan.
“Sekolah setinggi-tingginya, jaga sholat, jaga hati, dan jangan pernah kehilangan cinta kepada negeri sendiri. Karena pada akhirnya, jabatan dan harta akan selesai, tetapi amanah dan amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” tutupnya.
(Report DARSA)






