mediakrimsustnipolri.com
Ngopi Kebangsaan IKAL Aceh, Kapolda Ungkap Peran Polri Perkuat Ketahanan Nasional Pascabencana
BANDA ACEH, 13 September 2026 – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengungkapkan sejumlah langkah dan akselerasi strategis Polri dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh, baik pada fase tanggap darurat maupun pascabencana.
Hal tersebut disampaikan Kapolda saat menghadiri Forum Ngopi Kebangsaan bersama Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Aceh di D’Kupi Aceh Batoh, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).
Kapolda menegaskan bahwa Polri, khususnya Polda Aceh, tidak hanya hadir ketika bencana terjadi. Berbagai upaya juga dilanjutkan pada fase pascabencana untuk mempercepat pemulihan masyarakat, memulihkan stabilitas struktural, sekaligus memperkokoh ketahanan nasional.
Menurutnya, siklus rekonstruksi pascabencana yang dilakukan Polri dimulai dengan asesmen dan pemetaan. Tahapan ini meliputi identifikasi kerusakan, pemetaan kebutuhan, serta analisis potensi risiko.
Selanjutnya dilakukan intervensi kemanusiaan dan psikososial berupa bantuan kemanusiaan, layanan dan bakti kesehatan, dukungan psikososial dan trauma healing, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.
“Tentunya berbagai upaya telah kita lakukan dalam penanganan bencana, termasuk restorasi infrastruktur fisik melalui pembangunan rumah atau huntap, perbaikan fasilitas publik, pembangunan infrastruktur dasar, serta pemulihan sarana vital.
Seluruh langkah ini menjadi bagian dari upaya stabilisasi sosial-ekonomi dan penguatan ketahanan nasional,” ungkap Irjen Ruddi yang juga alumni Lemhannas P3N XXV.
Sebagai bagian dari pemulihan kebutuhan dasar, Polri telah membangun 265 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak. Rinciannya, 219 titik melalui program Kapolri dan 46 titik melalui program Kapolda Aceh.
Kapolda menjelaskan, jika ditelaah dari perspektif Astagatra atau teori ketahanan nasional, intervensi mandiri Polri memberikan dampak strategis yang komprehensif.
Dari aspek keamanan, intervensi ini memperkuat human security dan meningkatkan public trust. Dari aspek sosial budaya, pemulihan psikososial dan penyediaan huntap memulihkan kohesi sosial masyarakat Aceh.
“Sedangkan dari aspek ekonomi, pemulihan infrastruktur secara cepat mencegah kelumpuhan ekonomi lokal. Model intervensi mandiri berbasis siklus infrastruktur ini terbukti sangat efektif dalam memulihkan ketahanan komunitas pascabencana secara komprehensif,” ujarnya.
Tema Ngopi Kebangsaan IKAL Aceh kali ini adalah “Akselerasi Rekonstruksi Aceh Pascabencana Hidrometeorologi Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional”.
Ketua DPD IKAL Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai ruang silaturahmi dan bertukar gagasan isu strategis. Ia menyebut saat ini belasan alumni Lemhannas aktif di IKAL Aceh, sementara total alumni PPRA dan PPSA yang berkarya di Aceh mencapai lebih dari 200 orang.
“DPD IKAL Aceh terus berupaya menjadi wadah bagi para alumni untuk memberikan pemikiran serta kontribusi terhadap pembangunan bangsa. Ngopi Kebangsaan ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang membahas isu-isu strategis,” ujar Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.
Sumber : Bidhumas Polda
(Tim Redaksi)





