mediakrimsustnipolri.com
KARAWANG – Sebagai wujud komitmen perdamaian Indonesia, Relawan Diplomat Perdamaian Dunia menyerukan penghentian konflik dan ajakan kembali ke meja dialog kepada seluruh pemimpin dunia.
Seruan tersebut disampaikan oleh Ni Mas Raden Ayu NGT Sonya Soedarsono Puteri Pratiwi Mangoenadikoesoemoe, Senin (11/8/2026) dari Karawang.
“Waktu terus berjalan, namun dunia masih terjebak dalam ego dan konflik yang sia-sia. Setiap detik yang dihabiskan untuk berdebat, saling mengancam, dan mengerahkan kekuatan militer adalah waktu yang dicuri dari masa depan seluruh umat manusia. Hentikan pemborosan waktu ini seketika!” tegasnya.
Dalam seruannya, ia menyampaikan 3 poin utama kepada seluruh negara yang sedang bersitegang:
1. Hentikan Kebodohan Perang
Konflik bersenjata dan retorika kosong tidak akan pernah melahirkan pemenang sejati. Hal ini hanya menghancurkan perekonomian, mengganggu pasokan energi global, dan mengorbankan nyawa rakyat demi ambisi pribadi atau golongan.
2. Meja Dialog Bukan Tempat Mengulur Waktu
Kembalilah ke meja perundingan tanpa syarat yang bertele-tele. Tinggalkan segala tuntutan yang tidak realistis. Fokuslah pada satu tujuan utama: terwujudnya kedamaian segera demi keselamatan warga sipil.
3. Seruan untuk Seluruh Makhluk Hidup
Bumi adalah rumah bersama bagi manusia, hewan, dan seluruh alam semesta. Ketegangan yang terjadi turut merusak ekosistem dan mengancam kelangsungan hidup semua makhluk. Jangan biarkan ketamakan politik membinasakan planet ini.
“Cukup sudah kehancuran yang terjadi. Sadarlah bahwa waktu tidak lagi menunggu untuk bermain-main dengan ego. Atas nama kemanusiaan dan keadilan universal, saya menuntut: Mari berdamai, letakkan senjata, dan selamatkan masa depan dunia saat ini juga!” pungkasnya.
(Report: DARSA)







