mediakrimsustnipolri.com
12.987 personel 3 matra uji kesiapan dan interoperabilitas, Menhan terima Warga Kehormatan Korps Marinir
DABO SINGKEP – Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., menghadiri peninjauan Latihan Operasi Terintegrasi TNI Tahun 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, pada 4–5 Agustus 2026.
Latihan dipimpin langsung Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dan melibatkan 12.987 personel dari tiga matra TNI.
Tujuan utama latihan ini adalah meningkatkan kesiapan operasional, memperkuat interoperabilitas antarmatra, serta mengoptimalkan kemampuan komando dan pengendalian dalam menghadapi berbagai ancaman.
Peninjauan turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, serta pejabat tinggi TNI lainnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara penganugerahan Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL. Penyematan dipimpin Kasal selaku Inspektur Upacara, didampingi Panglima Korps Marinir Letjen TNI Endi Supardi.
Menerima penghargaan tersebut antara lain Menteri Pertahanan, Wakil Panglima TNI, Ketua Komisi I DPR RI, Kasad, dan Kasau.
Selain gelar Warga Kehormatan, para pejabat juga menerima Brevet Kehormatan Anti Teror Aspek Laut, Brevet Kehormatan Intai Amfibi, dan Brevet Kehormatan Komando Korps Marinir. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap penguatan kemampuan dan profesionalisme Korps Marinir.
Dalam keterangannya, Menteri Pertahanan menegaskan hasil latihan membuktikan kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Ia juga mengapresiasi penggunaan teknologi modern seperti drone kamikaze dan kapal permukaan tanpa awak atau USV yang diujicobakan dalam latihan.
Kehadiran Pangkostrad dalam peninjauan ini menjadi bentuk dukungan terhadap keberhasilan latihan sebagai upaya meningkatkan kesiapan operasional, interoperabilitas antarmatra, dan profesionalisme prajurit TNI dalam menghadapi tantangan tugas pertahanan ke depan.( Redaksi )
Sumber : Penkostrad







