mediakrimsustnipolri.com
Sukabumi – Semangat juang tak pernah pudar meski usia sudah menua. Itulah yang tergambar dari sosok Abah Wari (75), seorang pedagang buah di pinggir jalan raya Warung Kaung–Nagrak, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Dengan wajah penuh keikhlasan, ia setiap hari berjualan demi menafkahi anak, istri, dan cucunya yang berjumlah 12 orang.
“Udah hampir delapan tahun saya jualan di sini. Awalnya cuma pisang, tapi sekarang saya jual juga pepaya California, ubi, kelapa muda, sama singkong,” tutur Abah dengan senyum sederhana meski tampak lelah diterpa panas dan debu jalanan.
Sebelum menjadi pedagang kecil, Abah sempat bekerja sebagai tengkulak. Namun, keterpurukan ekonomi memaksanya banting setir dan memulai usaha kecil dengan modal seadanya. “Dulu saya tengkulak, tapi karena keuangan hancur, akhirnya ya begini, jualan di pinggir jalan,” ujarnya lirih namun tetap tegar.
Selama delapan tahun berdagang, Abah mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Meski begitu, semangatnya tak pernah surut. “Sekarang mah paling sehari dapet untung 40 sampai 50 ribu, itu juga kalau lagi rame pembeli. Kalau sepi, ya kadang cuma bawa pulang 10 ribu,” katanya dengan nada pasrah namun penuh semangat.
Bagi Abah, kerja keras adalah bagian dari ibadah. Di usia senjanya, ia tetap memilih berjuang sendiri ketimbang berpangku tangan. Sosoknya menjadi cerminan keteguhan hati dan semangat hidup yang patut dijadikan teladan — bahwa tanggung jawab dan cinta keluarga bisa menjadi bahan bakar utama untuk terus bertahan, walau di tengah kesulitan.
Reporter:Asep lodaya




