MEDIAKRIMSUS.KLATEN – Polres Klaten Jawa Tengah melaksanakan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek serta 233 knalpot bronk yang secara teknis tidak sesuai spesifikasi standart.
Pemusnahan sekitar 2.499 liter miras jenis ciu, 276 minuman berbagai merek serta knalpot sepeda motor bronk merupakan hasil operasi pekat (penyakit masyarakat) yang digelar selama 3 pekan menjelang bulan puasa.
Pemusnahan ribuan liter miras dilapangan Mapolres Klaten, dipimpin Kapolres Klaten AKBP Muh Faruk Rosi, dihadiri langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo SI.KOM beserta jajaran Forkopimda serta sejumlah ormas keagamaan Kamis ( 19/02-26)
Ribuan botol miras dilindas dengan menggunakan alat wals (setum). Sementara pemusnahan knalpor bronk dilakukan dengan cara dipotong dengan menggunakan mesin pemotong kemudian dilindas menggunakan wals atau setum.
Kapolres Klaten dalam keteranganya mengatakan selain ratusan botol miras, polres Klaten juga menyita sekitar 233 knalpot bronk yang tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat. Semua barang bukti tersebut didapat dari hasil operasi pekat selama 3 pekan yang dilakukan sebelum memasuki bulan suci romadhon.
Di tegaskan operasi tersebut merupakan tindak lanjut hasil silaturahmi dengan sejumlah pimpinan ormas Islam, serta keresahan masyarakat terkait peredaran miras di Klaten yang akhir akhir ini semakin marak.
Dirinya berjanji akan terus memerangi penyakit masyarakat yang ada di Klaten, tidak sebatas menjelang bulan puasa.
” Polres Klaten akan terus memerangi segala bentuk penyakit masyarakat kapan saja, tidak terbatas menjelang bulan puasa. Kami akan berusaha semaksimal mungkin memberi rasa aman, nyaman pada masyarakat, sehingga Klaten benar benar kondusif masyarakatnya bisa hidup aman, nyaman tanpa ada perasaan was was atau takut”, tegasnya.
Untuk itu Polres Klaten akan terus menjalin koordinasi dengan seluruh instansi serta unsur yang ada serta peran aktif masyarakat, agar penyakit masyarakat dapat ditekan sekecil mungkin. Baik peredaran miras, obat terlang/narkotika, praktek prostitusi serta aksi kriminalitas.
“ Jika dalam ajaran agama ada amar ma’ruf nahi munkar, maka kami sebagai aparat penegak hukum selaku penyayom dan pelindung masyarakat juga memiliki semangat dan tanggung jawab yang sama dalam memberantas penyakit masyarakat”, tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut Kapolres juga melaporkan kepada Bupati jika pemusnahan barang bukti hasil operasi penanggulangan penyakit masyarakat adalah bentuk komitmen dan akuntabilitas jajaran Kepolsian kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk memberi rasa nyaman dan aman bagi masyarakat.

Sementara Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ,S.I.Kom mengapresiasi langkah tegas Polres Klaten bersama unsur terkait lainnya seperti TNI,Kejaksaan,Pemda dalam hal ini satpol PP yang terus melakukan penanganan dan penanggulangan penyakit masyarakat, dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, terlebih memasuki bulan suci romadhon.
” Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian, TNI, kejaksaan serta Satuan Polisi pamong Praja yang sudah bersinergis dan saling bahu membahu bersama sama menjaga ketertiban sekaligus menindak berbagai bentuk penyakit masyarakat. Semoga kerjasama ini akan terus berlanjut agar Klaten benar benar kondusif aman dan nyaman”, ujarnya.
Selain itu Bupati juga mengapresiasi khusus atas penyitaan sekitar 233 knalpot bronk yang tidak sesuai sfesifikasi standar. Penyitaan knalpot menurut Bupati sangat penting karena di bulan puasa, biasanya anak anak remaja sering melakukan sahur dengan cara pawai berkeliling dengan mengendarai motor .
” Yang kita kawatirkan jika sahur keliling dengan berkendaraan menggunakan knalpor bronk, selain menggangu masyarakat juga akan memicu timbulnya konflik. Untuk itu dengan disitanya ratusan knalpot bronk oleh petugas, kita harapkan mampu mengurangi kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak kita inginkan yang dipicu suara knalapot bronk”, tegasnya.( batavia)





