Mediakrimsustnipolri.com
KARAWANG, 14 OKTOBER 2026 — Kondisi Jalan Tuparev yang kini menggunakan paving blok dikeluhkan warga maupun pemilik toko karena berdebu dan tidak nyaman dilewati kendaraan. Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, S.H., M.H. (Askun), meminta Bupati Karawang segera menindaklanjuti keluhan warga.
Askun menjelaskan, Jalan Tuparev merupakan kawasan pusat pertokoan yang menjadi jalur bongkar muat kendaraan bertonase besar. Oleh karena itu, penggunaan paving blok dinilai tidak tepat karena tidak akan kuat menahan beban kendaraan dan dipastikan akan cepat rusak.
“Kalau paving blok yang di depan Eng Siu Tong itu bagus, tidak perlu dibongkar, karena itu bagus untuk kawasan kuliner. Tapi yang dari jalur setelah rel kereta api, itu harus dibongkar dan dikembalikan ke aspal,” ujar Askun, Rabu (14/10/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa konsep paving blok sebenarnya bukan tidak baik, namun tidak cocok dengan kondisi kontur tanah Tuparev yang rawan banjir.
“Dipaksakan tetap tidak akan menyerap air, tetap banjir, karena di bawah paving blok masih ada lapisan aspal. Saya mohon dengan sangat kepada Bapak Bupati, bongkar saja paving blok Jalan Tuparev dan kembalikan ke aspal,” katanya.
Prestasi Pembangunan Terancam Tertutup Keluhan di Medsos
Askun juga mengapresiasi berbagai prestasi pembangunan yang telah dilakukan Bupati Karawang, seperti perbaikan jalan Cikalong–Cilamaya, Gempol–Johar, akses menuju Gerbang Tol Karawang Barat dan Timur, serta revitalisasi Stadion Singaperbangsa, GOR Panatayudha, dan Taman Ade Irma.
Namun, keluhan soal paving blok Jalan Tuparev yang viral di media sosial dinilai seakan menutupi semua prestasi tersebut.
“Kritikan di media sosial sudah bernada satir. Bukan ide Bupati yang kurang baik, memang Jalan Tuparev saja yang tidak cocok untuk paving blok. Kembalikan ke aspal, perindah dengan marka jalan, pasti akan jauh lebih baik,” ungkapnya.
Dana APBD dan CSR Berisiko Terbuang
Diketahui, proyek paving blok Jalan Tuparev awalnya bersumber dari dana CSR perusahaan, lalu Pemkab Karawang menambah anggaran sebesar Rp3,5 miliar dalam APBD 2025 serta pagu tambahan Rp1 miliar untuk tahap lanjutan.
Menurut Askun, jika dipaksakan, dana besar tersebut hanya akan habis untuk perbaikan berulang karena kontur tanah yang labil dan beban kendaraan yang melintas.
“Berdebu dan bergelombang, begitulah kondisi jalan Tuparev jika dipaksakan pakai paving blok. Banyak dikeluhkan warga dan pedagang. Maka sudah sebaiknya dikembalikan ke aspal. Jangan sampai citra Bupati tercoreng hanya karena hal ini, padahal banyak karya nyata yang sudah dibangun,” pungkas Askun. ( Darsa )




