mediakrimsustnipolri.com

KARAWANG – Pesan dalam tausiyah di acara santunan Karawang bikin jamaah merenung: dunia ini sementara, hanya lorong menuju akhirat yang penuh duri gangguan. Kuncinya hati-hati melangkah dan perbanyak maaf.

“Mimpi yang mulia itu maafkan semua makhluk Allah. Maafkan mantan, orang tua, teman. Pokoknya semua dimaafkan dengan ikhlas, merendah hati, nggak usah neko-neko. Kalau kita maafin orang, kita juga diampuni,” ujar pembicara.

Tausiyah juga sentil soal gaya hidup dan utang. Warga diingatkan jangan berhutang kalau tak mampu, dan jauhi riba. “Agama melarang riba. Bank syariah yang harus diperbanyak. Negara sering gonjang-ganjing karena aturan manusia nggak abadi, beda sama Alquran,” jelasnya.

Soal koruptor, pembicara minta jangan main hakim sendiri. “Nggak usah diteriak-teriakin atau ditelanjangin. Cukup ambil hartanya pelan-pelan buat balik ke negara. Fokus ke pendidikan spiritual,” pesannya.

Terakhir, soal adab bermedsos. Netizen diminta jaga lisan. “Nggak boleh seenaknya. Anak kecil juga jangan bandingin orang sama hewan. Kalau mau kenal anjing atau monyet, bawa ke kebun binatang biar belajar melestarikan dengan benar,” tutupnya.

 

*(Reporter: DARSA)*