mediakrimsustnipolri.com

JAKARTA – Senyum, haru, dan rasa syukur mewarnai hari pertama tiga anak istimewa, Noval Bima Hakim, Rafi Afzal Maulana, dan Jennifer, kembali melangkahkan kaki ke bangku sekolah, Rabu (20/08/2026).

Dengan penuh kasih, Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, bersama tim RPA Indonesia hadir mendampingi ketiga anak tersebut dan orang tua mereka pada hari pertama sekolah.

Ananda Noval Bima Hakim kini bersekolah di SLB Karya Mulya, Jakarta Timur. Ananda Rafi Afzal Maulana bersekolah di SLB Krisna Mukti, Jakarta Selatan, sementara Ananda Jennifer kembali bersekolah di SLB Bina Karya Insani, Jakarta Timur.

Perjuangan mereka untuk mendapatkan pendidikan tidak mudah. Sebelumnya, ketiga anak ini sempat menghadapi penolakan dari sekolah karena persoalan kuota sekolah gratis bagi anak disabilitas dari keluarga kurang mampu yang telah penuh, serta persoalan usia.

Namun, RPA Indonesia tidak tinggal diam. Tim RPA Indonesia yang terdiri dari Roy Sairlela, Desi Balubun, Paulus Tutuarima, Yusuf Pradika, Marnih, Wanti, Yeyen, serta mahasiswa Kriminologi magang di RPA Indonesia, Nia Hamida Ramdani, Cassie Maryjanice Virginia, dan Muhammad Taufik Ramdhan Bagaskara, bergerak mendatangi sekolah-sekolah dan memperjuangkan hak pendidikan ketiga anak tersebut.

RPA Indonesia juga melakukan dua kali audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Perjuangan dan sinergi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Noval, Rafi, dan Jennifer mendapatkan kesempatan untuk kembali memperoleh pendidikan dan melanjutkan sekolah.

Ketua Umum RPA Indonesia Jeannie Latumahina menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim RPA Indonesia yang telah bekerja cepat, tulus, dan penuh kepedulian. Apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang telah membantu mencarikan solusi.

Wakil Ketua I DPP RPA Indonesia Roy Sairlela berharap kejadian yang dialami Noval, Rafi, dan Jennifer tidak kembali terjadi.

“Pendidikan adalah hak konstitusional setiap anak bangsa, termasuk anak-anak penyandang disabilitas. Jangan sampai ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan akses untuk mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Paulus Tutuarima, Desi Balubun, dan Yusuf Pradika. Mereka menegaskan pendidikan harus menjadi prioritas bangsa dan terus dikembangkan melalui sistem serta kurikulum yang menjawab kebutuhan anak-anak di masa kini.

Yang paling mengharukan datang dari para orang tua. Orang tua Noval menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Ketum RPA Indonesia dan seluruh tim. Orang tua Rafi mengaku bangga dan terharu melihat kekompakan tim RPA. Sementara orang tua Jennifer menyampaikan terima kasih karena Jennifer akhirnya dapat kembali bersekolah.

Hari ini bukan sekadar hari pertama sekolah. Hari ini adalah bukti bahwa kepedulian, keberanian, perjuangan, dan sinergi dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk kembali meraih masa depan.

Bagi Noval, Rafi, dan Jennifer, langkah mereka hari ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka dan keluarganya, langkah itu adalah awal dari sebuah harapan baru. ( red)

RPA INDONESIA

HADIR, BERJUANG, MENDAMPINGI, DAN MEMPERJUANGKAN HAK SETIAP ANAK UNTUK MENDAPATKAN PENDIDIKAN.