Mediakrimsustnipolri.com
JAKARTA – Inspektur Utama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Dicky Kusumawardhana, menghadiri prosesi pengambilan sumpah jabatan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2026–2031 di Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).
Suasana prosesi berlangsung khidmat, tertib, dan penuh wibawa kenegaraan. Para pimpinan lembaga negara, pejabat tinggi, dan tamu undangan hadir untuk menyaksikan momen penting pengucapan sumpah jabatan dua anggota BPK terpilih yang akan mengemban amanah besar dalam mengawal pengelolaan keuangan negara selama lima tahun ke depan.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, terhadap dua anggota BPK terpilih, yakni Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman.
Keduanya berdiri tegak di hadapan Ketua MA, dengan sikap penuh tanggung jawab, siap menjalankan amanah konstitusional sebagai penjaga keuangan negara.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Peresmian Anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Pembacaan Keppres tersebut menjadi dasar hukum resmi pengangkatan kedua anggota BPK untuk masa bakti 2026-2031.
Selanjutnya, kedua anggota BPK mengucapkan sumpah jabatan yang berisi komitmen untuk menjalankan tugas dan kewenangan secara bertanggung jawab serta tidak menerima pemberian maupun janji yang berkaitan dengan jabatan.
Sumpah tersebut bukan sekadar rangkaian kata, tetapi ikrar moral dan hukum untuk menjaga integritas, independensi, dan profesionalisme dalam setiap pemeriksaan keuangan negara.
Usai pengucapan sumpah, Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman menandatangani dokumen pelantikan sebagai bagian dari pengesahan jabatannya untuk masa bakti 2026–2031.
Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua MA dan para hadirin, menandai resminya kedua tokoh tersebut sebagai Anggota BPK RI.
Kehadiran Inspektur Utama BNN RI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari keikutsertaan BNN dalam agenda kenegaraan yang melibatkan unsur lembaga negara.
Kehadiran Irtama BNN Dicky Kusumawardhana menunjukkan sinergi dan penghormatan antar lembaga negara dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Sebagai lembaga yang juga diawasi dan diperiksa pengelolaannya, BNN memandang peran BPK sangat strategis dalam memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan secara tepat, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Oleh karena itu, hubungan baik antara BNN dan BPK perlu terus dijaga dan diperkuat.
Melalui momentum ini, diharapkan pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan masing-masing institusi dapat terus berjalan dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
BPK dengan tugas pemeriksaan, BNN dengan tugas pemberantasan narkotika, keduanya memiliki tujuan yang sama: mewujudkan Indonesia yang bersih, maju, dan bebas dari korupsi serta narkoba.
Dengan dilantiknya dua anggota baru ini, BPK RI diharapkan semakin solid, semakin kuat, dan semakin dipercaya masyarakat dalam menjalankan tugas pemeriksaan keuangan negara demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia. ( red)
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN






