mediakrimsustnipolri.com

KATINGAN – 3 JULI 2026 –  Misi mulia memberantas peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berubah menjadi kisah yang memilukan.

Langkah anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang berangkat menegakkan hukum, pulang dalam duka yang tak terduga. Satu orang gugur, dua rekannya hingga kini belum ditemukan setelah diserang dan dikejar massa bersenjata.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan kabar duka ini. Anggota yang gugur adalah Aipda Yudhi Perdana Putra. Sementara Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih menjadi orang yang dicari.

“Kami belum berhenti mencari. Seluruh kekuatan dikerahkan untuk menemukan kedua saudara kita,” ujar Dodik dengan nada haru.

BERANGKAT MENEGAKKAN HUKUM

Semuanya bermula dari laporan warga yang resah melihat maraknya peredaran sabu di desa tersebut. Tim dipimpin langsung Kasatresnarkoba berangkat Rabu malam pukul 21.00 WIB, tiba di lokasi tengah malam pukul 00.30 WIB. Targetnya jelas: menangkap residivis narkotika BIO dan rekannya BUSU.

Awalnya berjalan lancar. BIO berhasil diamankan. Namun tiba-tiba suasana berubah mencekam. Orang-orang di dalam rumah menyerang dengan parang, satu demi satu menghantam ke arah petugas.

DARURAT DI TENGAH HUTAN

Karena nyawa terancam, petugas terpaksa bertindak. Tembakan peringatan tak digubris, hingga akhirnya tindakan tegas diambil. Seorang penyerang bernama Teriyo berusia 40 tahun terkena sasaran dan tak tertolong.

Kabar itu seketika memicu kemarahan besar. Puluhan warga berdatangan membawa senjata tajam, balok, hingga senjata rakitan. Mereka mengepung dan mengejar polisi yang kalah jumlah. Terpaksa tim mundur, sebagian berhasil lolos ke kantor polisi, sebagian lain terjebak di tepi sungai.

Di tengah kepanikan, mereka berusaha menyelamatkan diri dengan menyeberangi arus sungai yang deras. Lima orang berhasil selamat, namun tiga orang lain hilang di tengah riak air.

DUKA YANG BELUM USAI

Saat suasana mulai tenang, tim pencari menemukan Aipda Yudhi Perdana Putra terbaring tak berdaya di atas lanting, dengan luka serius di kepala.

Sampai hari ini, pencarian Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana terus digencarkan di sepanjang sungai dan hutan sekitar.

Pasukan tambahan pun dikerahkan demi menjaga keamanan warga sekaligus menyelesaikan kasus penyerangan dan jaringan narkotika yang berakar di sana.

Tim Redaksi Liputan Khusus