mediakrimsustnipolri.com
BENGKULU – Semangat membangun dunia perfilman daerah kembali bergema dari Provinsi Bengkulu melalui kehadiran film anak berjudul Cahaya di Tapak Paderi. Karya sinema ini tampil sebagai tontonan edukatif yang memadukan nilai pendidikan, sejarah, budaya, serta keindahan pariwisata lokal dalam satu cerita yang ringan dan inspiratif. ( 19/1/2026).
Film yang digarap dengan melibatkan sepenuhnya talenta asli Bengkulu ini disutradarai oleh Ali Rawi, dengan Omy Yusuf sebagai pendamping sutradara. Proses produksi berada di bawah kendali Temy selaku produser utama, didukung Ansori sebagai eksekutif produser dan Marlian Sentosa sebagai produser pelaksana.
Marlian Sentosa menjelaskan, Cahaya di Tapak Paderi dirancang khusus sebagai film anak yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang memperkenalkan jati diri Bengkulu kepada generasi muda.
“Melalui cerita sederhana dan dekat dengan dunia anak, film ini mengajak penonton mengenal nilai pendidikan, sejarah, budaya, hingga potensi wisata Bengkulu. Harapannya, anak-anak tumbuh dengan rasa bangga terhadap daerahnya sendiri,” ujar Marlian.
Deretan pemain yang terlibat pun merupakan putra-putri daerah Bengkulu. Mahesa memerankan tokoh Maya, sementara Aura Putri Medika, artis asal Lebong, tampil sebagai Sonya. Kehadiran para aktor lokal ini semakin memperkuat nuansa kedaerahan yang menjadi ciri utama film tersebut.
Selain pemain dewasa, film ini juga diperkuat oleh talenta cilik Bengkulu. Malati Cinta Dewi berperan sebagai Sifa dan Maunah sebagai Rita, yang mampu menyampaikan pesan moral dengan cara yang natural dan menyentuh. Performa para aktor anak menjadi elemen penting dalam menghadirkan cerita yang ramah anak dan sarat makna.
Lebih dari sekadar film, Cahaya di Tapak Paderi diharapkan dapat menjadi media pembelajaran alternatif sekaligus etalase promosi budaya dan pariwisata Bengkulu ke tingkat yang lebih luas. Film ini juga menegaskan bahwa Bengkulu memiliki potensi kreatif dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk melahirkan karya sinema berkualitas.
Dengan identitas lokal yang kuat dan pesan positif bagi generasi muda, Cahaya di Tapak Paderi menjadi salah satu bukti bahwa film daerah mampu tumbuh, bersaing, dan memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan kebudayaan. ( omi)






