SUKABUMI — Krimsus TNI Polri

Komunitas Muda Visioner Penggerak Nasional (MVPN) terus memperkuat peran strategis daerah dalam peta perdagangan global melalui pelaksanaan Roadshow Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang digelar di Aula Utama BJB Kota Sukabumi, Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempertemukan pemerintah, diplomat, dan pelaku usaha guna memperluas akses pasar internasional bagi produk unggulan daerah.

Agenda berskala nasional itu dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, S.E., M.M., yang menegaskan pentingnya penguatan ekonomi daerah sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang. Menurutnya, daerah harus mampu menjadi bagian aktif dalam rantai pasok internasional dan tidak hanya menjadi pasar konsumtif semata.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menilai bahwa Sukabumi memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi daerah dengan orientasi ekspor yang kuat. Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat, pelaku usaha daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing produknya di pasar internasional.

Roadshow TEI 2026 turut menghadirkan sejumlah narasumber penting dari kalangan diplomasi dan perdagangan internasional. Salah satunya Dr. (HC) Lutfi Rauf, M.A., Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Cairo, Mesir, yang memaparkan peluang besar pasar Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) bagi produk Indonesia.

Dalam paparannya, Lutfi Rauf menjelaskan bahwa Mesir memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang perdagangan menuju kawasan Afrika dan Timur Tengah. Ia mendorong pelaku usaha Indonesia, khususnya dari daerah, agar mulai memanfaatkan peluang ekspor nontradisional dengan memperhatikan kualitas dan standar internasional.

Selain itu, Yafrizal Daniel selaku Analis Perdagangan Ahli Muda yang mewakili Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan RI turut membahas strategi diversifikasi pasar ekspor. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas perdagangan internasional, termasuk Free Trade Agreement (FTA), guna meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

Perwakilan PT Debindo Multi Adhiswasti juga memaparkan kesiapan pelaksanaan Trade Expo Indonesia 2026 sebagai ajang diplomasi perdagangan terbesar di Asia Tenggara. Pameran tersebut dinilai menjadi ruang strategis untuk mempertemukan eksportir nasional dengan para pembeli internasional dari berbagai negara.

President Komunitas Muda Visioner Penggerak Nasional sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Indra A. Oktariawan, mengatakan bahwa kemampuan membaca arah geo-ekonomi global menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Menurutnya, daerah harus mulai membangun pola pikir perdagangan modern yang berbasis kolaborasi dan diplomasi ekonomi.

“Kehadiran perwakilan Kementerian Perdagangan dan Duta Besar RI untuk Mesir di Sukabumi menjadi peluang besar bagi pelaku usaha daerah untuk memahami arah pasar internasional. MVPN hadir untuk menjembatani potensi lokal agar mampu bersaing secara global melalui pendekatan diplomasi perdagangan yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Indra.

Melalui forum tersebut, para peserta juga sepakat bahwa penguatan standardisasi produk, peningkatan kualitas komoditas, serta pemahaman terhadap hambatan dagang non-tarif menjadi langkah penting agar produk daerah mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.

Roadshow TEI 2026 di Sukabumi diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah, memperluas jaringan perdagangan internasional, serta meningkatkan kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor ekspor.(Resi)