mediakrimsustnipolri.com
Sukabumi – Desa Ubrug kembali membuktikan diri bukan sekadar titik di peta, tetapi denyut baru sepak bola usia dini di Sukabumi. Festival sepak bola usia dini Desa Ubrug Cup resmi mencapai garis akhir.
Kategori usia 15 tahun menjadi partai penutup dari rangkaian turnamen yang digelar maraton selama dua pekan terakhir, diikuti hampir 48 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai daerah.
Lapangan desa yang biasanya sederhana, dua pekan terakhir berubah menjadi panggung mimpi. Sorak orang tua, instruksi pelatih, hingga air mata kemenangan dan kekalahan berpadu menjadi satu.
Ketua Pelaksana, Faizal, tak menyembunyikan rasa syukurnya atas suksesnya gelaran perdana ini.
“Alhamdulillah hari ini hari terakhir dari rangkaian acara. Pesertanya hampir 48 SSB. Bukan hanya dari Kabupaten Sukabumi, tapi juga dari Kota Sukabumi dan Bogor. Dari Bogor saja hampir enam klub ikut ambil bagian,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Turnamen digelar bertahap. Pekan lalu kategori usia 10 dan 12 tahun lebih dulu bertanding. Sabtu kemarin giliran usia 13 tahun menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Sementara kategori usia 15 tahun harus dilanjutkan hingga Minggu karena padatnya jadwal dan tingginya antusiasme peserta. Namun bagi Faizal, Desa Ubrug Cup bukan sekadar seremoni tahunan.
“Harapan kami bukan hanya gebrakan di awal. Yang paling penting adalah konsistensi. Sampai akhirnya kita bisa melihat putra terbaik daerah, khususnya Desa Ubrug, melangkah lebih maju lagi. Ini langkah awal untuk jenjang berikutnya,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa peran panitia adalah menciptakan ruang bertanding yang sehat dan kompetitif. Karena dalam pembinaan sepak bola usia dini, kompetisi menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang pemain.
“Kami menciptakan wadah berkompetisi. Tapi kami juga berkomunikasi dan bersinergi dengan pengurus SSB asli dari Desa Ubrug supaya wadah ini benar-benar melahirkan putra daerah terbaik,” tambah Faizal.
Yang membuat gelaran ini semakin bergengsi, Desa Ubrug Cup tahun ini berkolaborasi dengan ajang Piala Presiden untuk zona Sukabumi. Tim juara berkesempatan mewakili kabupaten/kota Sukabumi di tingkat Jawa Barat.
“Alhamdulillah kita bisa kolaborasi dengan Piala Presiden. Jadi yang juara dari zona Sukabumi akan mewakili kabupaten/kota Sukabumi ke Jawa Barat. Ini peluang besar bagi anak-anak untuk naik level,” ungkapnya.
Tak berhenti sampai di sini, panitia telah menyiapkan agenda lanjutan usai Lebaran. Di antaranya turnamen antar SMP dan SMA se-kabupaten/kota Sukabumi, serta rencana kembali menggelar festival usia dini sebagai program berkelanjutan.
Adapun hasil akhir kategori U-15 menjadi penutup manis turnamen ini:
1. Juara 1: SSB Jatira
2. Juara 2: SSB Putra Mandiri
3. Juara 3 Bersama: SSB D’Pro dan SSB Putra Harapan Bangsa
Bagi Faizal, Desa Ubrug Cup adalah fondasi. Bukan hanya untuk mencari juara, tetapi untuk membangun karakter, mental bertanding, dan membuka jalan masa depan.
“Langkah awal sudah kita buat. Tinggal bagaimana kita jaga konsistensinya. Semoga dari sini lahir pemain-pemain terbaik yang bisa membawa nama daerah lebih tinggi,” pungkasnya.
Reporter: RZL





