mediakrimsustnipolri.com
JAKARTA, 17 Juni 2026 – Indonesia dihadapkan 2 tantangan besar sekaligus: fenomena cuaca ekstrem “El Nino Godzilla” yang bikin kemarau panjang, dan keaktifan Sesar Palu-Koro yang patahannya tembus dasar Laut Sulawesi. Peringatan itu disampaikan Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, http://M.Sc., Ph.D., Guru Besar Teknik Geologi UGM & Mantan Kepala BMKG 2017-2025, dalam diskusi eksklusif EdShareOn bersama Eddy Wijaya.
Diskusi lengkap bisa disimak di YouTube EdShareOn: https://youtu.be/rhwPFUSD9xg
*1. El Nino Godzilla: Kemarau Lebih Panjang & Kering*
Prof. Dwikorita menyebut “El Nino Godzilla” adalah julukan ahli untuk pemanasan laut Pasifik tengah-timur yang jauh di atas rata-rata. Dampaknya lebih dahsyat, luas, dan diprediksi bertahan hingga awal 2027.
“Berbarengan dengan indeks Samudra Hindia positif. Gabungannya bikin kemarau di Indonesia jauh lebih panjang dan kering dari biasanya,” jelas Dwikorita.
Wilayah terdampak parah: Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sulawesi. Risikonya: gagal panen massal, krisis air bersih, karhutla, lonjakan harga pangan. Di tengah geopolitik global yang belum stabil, ini jadi beban ganda bagi ketahanan nasional.
*2. Langkah Mitigasi Segera: Tani, Air, Kesehatan*
Dwikorita merinci 3 prioritas:
1. *Pertanian*: Petani beralih ke tanaman berumur pendek & tahan kering. Pemerintah sebar bibit unggul + irigasi hemat air.
2. *Air*: BMKG maksimalkan hujan buatan sebelum kemarau puncak, utamakan Nusa Tenggara. Distribusi pompa air ke lahan jadi prioritas.
3. *Kesehatan & Pangan*: Waspadai gangguan pasokan makanan ke program Makan Bergizi Gratis. Anak & lansia paling rentan. Kasus diare, ISPA akibat debu, gizi buruk diprediksi naik 6 bulan ke depan.
Daerah pasca bencana seperti Sumut, Sumbar, Aceh butuh perhatian ekstra untuk sanitasi & air bersih.
*3. Sesar Palu-Koro: Patahan Tembus Dasar Laut*
Soal gempa M7,7 di Mindanao 8 Juni 2026, Dwikorita jelaskan pengaruh langsung ke Indonesia kecil. Tapi ada temuan baru: Sesar Palu-Koro ternyata tidak berhenti di darat. Patahannya lurus, utuh, dan memanjang jauh ke dasar Laut Sulawesi.
“Inilah sebab gempa 2018 bisa picu tsunami dahsyat. Patahan di dasar laut, geser sedikit saja bisa dorong massa air raksasa,” tegasnya.
Masyarakat pesisir Teluk Palu diimbau hafal jalur evakuasi & tetap waspada.
*Penutup: Kita Gak Bisa Ubah Alam, Tapi Bisa Siap*
“Informasi ini bukan untuk menakuti, tapi agar kita bersiap dan meminimalkan dampak. Kunci: kebijakan cepat pemerintah + masyarakat beradaptasi. Di dunia yang belum menentu, kemandirian pangan, energi, dan kesiapan bencana adalah pondasi kita berdiri tegak,” tutup Dwikorita.
Tim Redaksi







