Mediakrimsustnipolri.com

KARAWANG — Di tengah maraknya pengobatan modern, terapi pijat tradisional masih menjadi tumpuan harapan bagi penderita gangguan saraf kejepit dan setrum. Salah satunya adalah Yayasan Padepokan Sijalu Paku Padjajaran yang berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Sejak awal berdiri pada tahun 2022, yayasan ini konsisten fokus melayani pengobatan berbasis terapi pijat tradisional bagi masyarakat luas. Seiring berjalannya waktu, kiprahnya semakin dikenal, khususnya dalam menangani penyakit yang kerap ditakuti masyarakat: saraf kejepit, setrum, dan gangguan otot menahun.

Selama kurun waktu 2022–2026, Padepokan ini telah melayani ratusan pasien dari berbagai daerah, bahkan dari mancanegara.

“Paling jauh tamu yang berobat ke sini berasal dari Belanda, Australia, Singapura, hingga Malaysia. Sementara dari dalam negeri, pasien datang dari Aceh, Madura, Medan, Jambi, Kalimantan, dan hampir seluruh provinsi di Indonesia,” ujar Pengelola Yayasan Padepokan Sijalu Paku Padjajaran kepada awak media, Minggu (5/10/2026).

Menurutnya, sebagian besar pasien yang datang memang berasal dari luar daerah Karawang.  termasuk penyakit yang sudah bersarang di tubuh selama bertahun-tahun.

“Walaupun sudah puluhan tahun menderita, selama fisik masih kuat, gangguan otot maupun kejepit saraf masih bisa kami tangani. Bahkan yang sudah menahun hingga 10 tahun pun masih dapat diupayakan kesembuhannya,” tambahnya.

Dengan metode pijat tradisional warisan leluhur Sunda Padjajaran, terapi dilakukan secara manual tanpa alat medis modern, mengedepankan pemulihan sirkulasi saraf dan otot secara alami.

*Identitas & Alamat Layanan:*
– *Nama Lembaga:* Yayasan Padepokan Sijalu Paku Padjajaran
– *Nomor AHU:* http://0023101.AH.01.04 Tahun 2022
– *Jenis Layanan:* Pengobatan & Terapi Pijat Tradisional
– *Alamat:* Kampung Kamurang RT 001 / RW 002, Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41372
– *Kontak / WA:* 0852-1359-6019 a.n. DARSA

Pihak yayasan membuka layanan untuk umum dan melayani konsultasi awal bagi pasien luar daerah sebelum datang langsung ke lokasi.

Report: DARSA