Mediakrimsustnipolri.com

JAKARTA – Upaya pendampingan Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia akhirnya membuahkan hasil. Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara memfasilitasi pertemuan mediasi antara pihak SMP Strada St. FX 1, orang tua Louis, dan RPA Indonesia, Senin (5/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana baik, lancar, dan kekeluargaan tersebut menghasilkan kesepakatan tertulis yang diharapkan berpihak pada masa depan pendidikan Louis.

Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Sudin Pendidikan Jakarta Utara yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.

Jeannie juga memberikan apresiasi kepada Acep Mahmudin, Kasi SMP-SMA Sudin Pendidikan Jakarta Utara, yang telah berupaya memfasilitasi penyelesaian persoalan Louis.

Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran RPA Indonesia yang hadir mengawal proses tersebut, yakni Desi Balubun selaku Pengurus DPP RPA Indonesia, Ida Sapulette selaku Ketua DPD RPA Indonesia Jakarta Utara, serta Ernawati Siahaan serta pihak sekolah.

Menurut Desi Balubun dan Ida Sapulette, pertemuan dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SMP Strada St. FX 1, para guru, perwakilan Sudin Pendidikan Jakarta Utara, orang tua Louis, serta jajaran pengurus RPA Indonesia.

“Pertemuan berlangsung dengan baik, lancar, dan sangat kekeluargaan,” ujar Desi Balubun.

Hasil pertemuan dituangkan dalam surat pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah, orang tua Louis, dan RPA Indonesia, serta diketahui oleh Kasi Sudin Pendidikan Jakarta Utara.

Dalam kesepakatan tersebut, terdapat beberapa poin penting. Pertama, pihak sekolah berkomitmen mendatangi kediaman Louis setelah pertemuan untuk membangun komunikasi dengan Louis dan keluarganya.

Kedua, RPA Indonesia memastikan adanya upaya agar Louis dapat kembali mengenyam pendidikan di sekolah.

Ketiga, apabila kedua langkah tersebut belum mencapai hasil yang diharapkan, keputusan selanjutnya diserahkan kepada orang tua Louis.

Ida Sapulette dan Desi Balubun menyambut baik iktikad dan langkah nyata pihak sekolah untuk mengunjungi serta membuka kembali kesempatan Louis bersekolah.

Ida menegaskan, langkah komunikatif seperti ini seharusnya dilakukan sejak awal munculnya persoalan. Namun demikian, RPA Indonesia tetap menyambut baik langkah nyata yang dilakukan pihak sekolah saat ini.

“Harapan kami sederhana, Louis harus kembali bersekolah, mengejar mimpi dan cita-citanya. Masa depan dan pendidikan Louis harus menjadi prioritas,” tegas Ida.

Sementara itu, keluarga Louis menyampaikan terima kasih kepada RPA Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sudin Pendidikan Jakarta Utara, serta pihak sekolah atas dukungan dan upaya yang dilakukan agar Louis dapat kembali bersekolah.

RPA Indonesia menegaskan akan terus mengawal proses penyelesaian tersebut demi memastikan hak Louis atas pendidikan dan masa depannya tetap terjaga.

Red