mediakrimsustnipolri.com

 

Sukabumi – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan meninjau langsung kondisi arus lalu lintas di pintu keluar Tol Parungkuda, Sukabumi, yang pada operasi-operasi sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik rawan perlambatan kendaraan.

Dalam pengecekan di lapangan, Kapolda menemukan bahwa jalur tol menuju Parungkuda mengalami perubahan struktur lajur yang berpotensi memicu kepadatan.
“Di sisi kiri tol terdapat area cukup luas dengan tiga lajur, namun setelah memasuki area setelah Bumi itu terjadi penyempitan menjadi dua lajur.

Ditambah lagi di depan terdapat jembatan yang sedang diperbaiki sehingga ruang gerak kendaraan semakin mengecil,” jelas Kapolda di lokasi, Minggu sore.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi trouble spot yang harus diantisipasi terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), apalagi cuaca di wilayah Sukabumi dikenal tidak menentu dan rawan terjadi hujan intensitas tinggi.

Antisipasi Bencana: Instruksi Kesiapan Alat Berat dan Posko Pengamanan

Kapolda Jabar juga mengungkapkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi harus menjadi perhatian. Mengacu pada prediksi BMKG, Sukabumi diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan yang dapat memicu tanah longsor dan banjir bandang—fenomena yang sebelumnya sudah pernah terjadi.

“Kami telah bertemu dengan Bupati dan seluruh stakeholder. Kami sampaikan pentingnya menyiapkan alat-alat berat di titik-titik rawan longsor sehingga jika ada pergerakan tanah, penanganan bisa dilakukan secara cepat,” ujarnya.

Polri bersama jajaran di Polda dan Polres, serta instansi terkait seperti BPBD dan SAR, juga telah menyiapkan posko, peralatan, serta personel siaga untuk menghadapi potensi bencana.

Empat Fokus Pengamanan Nataru di Sukabumi

Kapolda menegaskan bahwa ada empat aspek utama yang menjadi perhatian Polda Jawa Barat pada pengamanan Nataru tahun ini:

1. Rawan kemacetan

2. Rawan kecelakaan

3. Rawan kriminalitas

4. Rawan bencana

 

“Dari hasil pengecekan, seluruh unsur mulai dari Kapolres, Bupati, hingga stakeholder terkait sudah siap mengantisipasi empat kerawanan tersebut. Kunci keberhasilan operasi kemanusiaan ini adalah kolaborasi,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan agar personel lebih mengutamakan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan dan pengaturan lalu lintas.
“Penegakan hukum bukan prioritas utama. Yang terpenting adalah pelayanan dan pengaturan yang baik agar masyarakat merasa terbantu,” tambahnya.

Pekerjaan Perbaikan Jembatan Masih Berlangsung

Saat ditanya mengenai progres perbaikan jembatan yang menjadi salah satu penyebab penyempitan jalur, Kapolda memastikan bahwa proses pengerjaan masih berjalan.

“Untuk detailnya silakan ditanyakan langsung kepada pihak balai. Yang jelas kami memonitor agar perbaikan tersebut tidak menimbulkan gangguan signifikan,” pungkasnya.

Reporter  : Asep Lodaya