Mediakrimsustnipolri.com

SUKABUMI, 14 Agustus 2026 — Masa pengabdian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi ( UMMI ) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 9 di Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, resmi berakhir setelah menjalani kegiatan selama 40 hari. Penutupan KKN menjadi momen penuh haru sekaligus kebanggaan bagi para mahasiswa yang telah melaksanakan berbagai program kerja bersama masyarakat.

Ketua KKN Kelompok 9, Wildani Ramdan Suhendar, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, mengatakan kelompoknya terdiri atas 15 mahasiswa, yakni sembilan perempuan dan enam laki-laki. Selama berada di Desa Ubrug, kelompok tersebut menjalankan sejumlah program yang berfokus pada lingkungan, kebersihan, serta kesehatan masyarakat.

Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah mitigasi bencana melalui penanaman pohon. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko tanah longsor yang dapat mengancam masyarakat.

Selain itu, mahasiswa KKN juga melaksanakan program pengolahan sampah dan kebersihan lingkungan. Program tersebut diwujudkan melalui penyuluhan kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah, kegiatan kebersihan lingkungan, serta pembangunan bak sampah yang diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan desa.

Di bidang kesehatan, Kelompok 9 menggelar penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah pengecekan kadar gula darah sebagai bentuk edukasi sekaligus deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.

Tidak hanya menyasar masyarakat umum, mahasiswa KKN juga menjalankan program tambahan di lingkungan sekolah. Sosialisasi diberikan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan bullying, serta pencegahan pelecehan seksual. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, serta saling menghormati.

Wildani mengungkapkan, berakhirnya masa KKN menghadirkan perasaan yang bercampur antara sedih dan bangga. Menurutnya, pengalaman selama 40 hari di Desa Ubrug bukan hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan pembelajaran kehidupan yang berharga.

“Warga Desa Ubrug menyambut kami dengan hangat, membimbing dengan sabar, dan bergotong royong dengan penuh antusias,” ujar Wildani.

Ia berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Bak sampah yang telah dibangun diharapkan terus dirawat dan dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, sementara pohon-pohon yang telah ditanam diharapkan tumbuh subur dan kelak menjadi salah satu benteng alami untuk membantu melindungi desa dari risiko bencana.

Bagi mahasiswa KKN Kelompok 9, Desa Ubrug tidak hanya menjadi lokasi pengabdian selama 40 hari. Interaksi, gotong royong, dan pengalaman bersama masyarakat telah meninggalkan kesan mendalam dan menjadikan Desa Ubrug sebagai “rumah kedua” yang istimewa di hati mereka.