Mediakrimsustnipolri.com

KARAWANG — Sekolah Tinggi Teknik (STT) Karawang bersama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Budi Pertiwi menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode ke-XVI Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung di Hotel Swiss-Belhotel Karawang, Kabupaten Karawang Barat, pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, dengan mengusung tema: “From Knowledge to Impact: Membangun Masa Depan Melalui Inovasi dan Pembangunan”.

Sebanyak 160 wisudawan resmi dikukuhkan dalam sidang kali ini. Dari jumlah tersebut, 134 lulusan berasal dari STIE Budi Pertiwi, sedangkan 26 lulusan berasal dari bidang teknik. IPK tertinggi yang diraih lulusan STIE Budi Pertiwi mencapai 3,9, membuktikan kualitas akademik yang membanggakan.

Sebagian Besar Lulusan Aparatur Desa

Ketua STIE Budi Pertiwi, Fajar Ruddin Papahan, M.M., menyampaikan bahwa wisuda tahun ini memiliki makna khusus, karena sebagian besar lulusan merupakan aparatur pemerintahan desa yang telah mengabdi langsung kepada masyarakat.

“Wisuda ini berbasis PMD, artinya bagaimana supaya ada generasi mereka. Karena kebanyakan yang diwisuda ini adalah aparat desa,” ujar Fajar.

Sejak 2022, pihaknya telah memberikan program beasiswa bagi aparatur desa, yang menurunkan biaya kuliah dari sekitar Rp4,5 juta menjadi Rp1,5 juta per semester. Langkah ini merupakan wujud kepedulian kampus terhadap peningkatan kualitas SDM dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karawang.

“Kita peduli terhadap IPM Kabupaten Karawang. Aparat-aparat desa kita jadikan contoh bahwa Budi Pertiwi memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas manusia di Karawang,” jelasnya.

Wisuda Bukan Sekadar Seremoni

Fajar menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni. Di balik toga dan ijazah, terdapat proses panjang yang harus dilalui, mulai dari seminar proposal, sidang akademik, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN). Semua tahapan itu harus dipenuhi sebelum dinyatakan lulus.

Para lulusan, khususnya aparatur desa, diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu ekonomi pembangunan yang telah diperoleh untuk menyusun perencanaan pembangunan desa, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Ekonomi pembangunan itu sangat penting bagi orang-orang yang bekerja di desa. Sebagian ilmu yang mereka dapat harus diaplikasikan untuk pembangunan di desa,” tegasnya.

Program Beasiswa Luas: Rp700.000 per Semester bagi UMKM & Koperasi

STIE Budi Pertiwi juga membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas melalui program beasiswa khusus bagi pelaku UMKM dan anggota koperasi, bekerja sama dengan Dinas Koperasi serta Disperindag Kabupaten Karawang.

Ketua Yayasan Fajar, Fajaruddin, M.M., menjelaskan bahwa biaya kuliah yang normalnya Rp4.500.000 per semester, setelah beasiswa 70%, menjadi hanya Rp700.000 per semester untuk Kelas Pagi / Reguler Pagi.

Ketentuan Program:

– ✅ Kelas Pagi / Reguler Pagi: Rp700.000/semester (anggota UMKM, koperasi & keluarga)
​
– ✅ Jurusan: Ekonomi Pembangunan & Ekonomi Kreatif
​
– ✅ Bukan anggota UMKM/koperasi: Rp1.000.000/semester
​
– ✅ Berlaku di lingkungan STIE Budi Pertiwi

“Kemudahan ini diberikan khusus untuk anggota UMKM dan koperasi beserta keluarganya. Harapannya, di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini, masyarakat tetap bisa meningkatkan kapasitas diri dan anak-anak mereka melalui pendidikan tinggi,” ujar Fajaruddin.

Bersiap Menjadi Institut

Di tengah komitmen memperluas akses pendidikan, STIE Budi Pertiwi juga sedang mempersiapkan pengembangan kelembagaan menjadi Institut. Fajar memohon doa dan dukungan agar rencana tersebut segera terealisasi.

Kampus yang berlokasi di kawasan Lingkar Tanjungpura, Karawang — strategis dan dekat kawasan Summarecon — senantiasa menjunjung tinggi kepedulian sosial sebagai salah satu karakter utama lembaga.

“Memang Budi Pertiwi ini kepedulian sosialnya sangat tinggi,” pungkas Fajar.

Prosesi wisuda ke-XVI ini diharapkan bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang lebih luas. Dengan bekal ilmu dan pengalaman, para lulusan diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang merancang, mengawal, dan mewujudkan pembangunan Karawang yang lebih maju serta berkelanjutan.

(Report DARSA)