mediakrimsustnipolri.com
Sukabumi – 5 Agustus 2026 Warga Kampung Sampalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan kualitas pengerjaan proyek pengaspalan jalan kabupaten yang baru selesai sekitar dua pekan lalu.
Menurut warga, kondisi aspal sudah mulai terkelupas di sejumlah titik sehingga memunculkan kekhawatiran akan daya tahan jalan tersebut.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya dan hanya menggunakan inisial EZ dan MR, menilai hasil pengerjaan pengaspalan tidak maksimal. Ia mengatakan daya rekat aspal terlihat kurang baik sehingga permukaannya mulai copot meski usia pengerjaan masih terbilang sangat baru.
“Baru sekitar dua minggu selesai dikerjakan, tapi di beberapa bagian aspal sudah mulai copot. Kami khawatir kondisinya akan semakin parah,” ujar EZ.
Selain itu, warga juga memperkirakan ketebalan lapisan aspal hanya sekitar 0,5 sentimeter. Menurut mereka, pengaspalan dilakukan di atas lapisan pasir kering tanpa pondasi aspal yang memadai, sehingga dikhawatirkan tidak mampu bertahan dalam jangka panjang.
Warga menilai kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat, terutama apabila jalan dilalui kendaraan bertonase besar maupun saat memasuki musim penghujan.
Mengingat status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses penting bagi masyarakat, mereka berharap kualitas pembangunannya dapat memberikan manfaat dalam jangka waktu yang lama.
Sementara itu, Kepala Desa Bojonggaling saat dimintai tanggapan terkait kondisi jalan tersebut memilih belum memberikan pernyataan. Ia mengaku khawatir terjadi kekeliruan dalam menyampaikan keterangan.
Masyarakat berharap instansi terkait maupun kontraktor pelaksana dapat segera melakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan tersebut.
Warga juga meminta agar dilakukan perbaikan atau pengerjaan ulang sesuai dengan spesifikasi teknis dan anggaran yang telah ditetapkan, sehingga kualitas jalan benar-benar memenuhi standar dan dapat digunakan secara aman serta tahan lama. ( Agus.S )







