mediakrimsustnipolri.com
BANDUNG – Praktisi hukum dan pemerhati nilai kemanusiaan Oki Prasetiawan menegaskan, segala bentuk upaya yang dilakukan tanpa hormat dan persetujuan tulus hanya akan melahirkan luka dan penyesalan. Hal itu disampaikan dalam rilis renungan bertajuk _“Penetrasi Ugal-ugalan Tanpa Hormat Takkan Pernah Mencapai Klimaks Keindahan Sejati”_, Rabu (8/7/2026).
“Segala sesuatu yang berharga takkan pernah lahir dari keterpaksaan,” kata Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., CLMA. Ia menyoroti masih banyak orang terjebak pada keinginan sesaat untuk mencapai kepuasan, tanpa memedulikan kesiapan dan perasaan pihak lain.
Menurut Oki, ada tiga nilai utama yang harus dijaga. *Pertama*, penetrasi tanpa keselarasan takkan menciptakan klimaks yang berkualitas. Dilakukan ugal-ugalan, tanpa hormat dan keselarasan hati, hanya meninggalkan luka dan kekosongan.
*Kedua*, paksaan demi nafsu sesaat takkan berujung kebahagiaan. Upaya yang dipaksakan hanya menyisakan jejak luka, penyesalan mendalam, dan kehampaan. “Kepuasan tanpa ketulusan adalah klimaks semu,” tegasnya.
*Ketiga*, pondasi kesempurnaan adalah ketulusan. Klimaks keindahan sejati hanya lahir ketika ada keterbukaan, saling menghargai, dan persetujuan hati yang tulus. “Tanpa itu, yang ada hanyalah jejak luka yang tak berkesudahan,” ungkap Oki.
Ia menutup renungan dengan penegasan: tidak ada keindahan yang lahir dari paksaan. Segala hal yang abadi butuh kesabaran, rasa hormat, dan persetujuan hati yang tulus. “Jangan pernah menjadikan keinginan pribadi sebagai alasan untuk menyakiti atau memaksakan orang lain. Klimaks sejati lahir dari ketulusan, bukan paksaan.”
Redaksi






