mediakrimsustnipolri.com

SUKABUMI —Krimsus TNI Polri Semangat kreativitas, budaya, dan penguatan karakter mewarnai pelaksanaan kegiatan tahunan AKSES (Ajang Kreativitas Seni Siswa) 2026 yang digelar di SMPN 11. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi para siswa untuk menampilkan bakat, minat, dan potensi terbaik mereka di bidang seni, literasi, hingga keterampilan panggung.

AKSES tahun ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan dan unjuk kemampuan siswa, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan rasa percaya diri, serta pengembangan potensi nonakademik siswa.

Ketua pelaksana kegiatan, Ima Yunita, menjelaskan bahwa AKSES merupakan agenda rutin sekolah yang terus dikembangkan agar mampu menjadi wadah positif bagi siswa dalam menyalurkan kreativitas.

“AKSES ini adalah kegiatan tahunan SMPN 11. Kami mencoba mengemas acara sedemikian rupa agar anak-anak bisa bebas berkreasi, berekspresi, dan menyalurkan bakat mereka. Kami ingin semua potensi siswa bisa muncul melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Pada hari pertama, kegiatan diisi berbagai perlombaan antarkelas yang melibatkan siswa kelas 7 dan 8. Beragam cabang lomba digelar, mulai dari desain poster, menulis cerita, mendongeng, tari tradisional, modern dance, pembacaan sajak, hingga solo vokal.

Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Setiap kelas berupaya menampilkan karya dan penampilan terbaik di hadapan guru, teman-teman, serta tamu undangan yang hadir.

Memasuki hari kedua dan ketiga, panggung AKSES semakin semarak dengan penampilan seni dari ekstrakurikuler sekolah maupun kreasi masing-masing kelas. Siswa kelas 7 membawakan tari nusantara yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia, sementara siswa kelas 8 menghadirkan penampilan variatif seperti kabaret, tari modern, pertunjukan musik, dan vokal.

Berbagai penampilan tersebut mendapat apresiasi dari guru maupun orang tua siswa. Banyak siswa menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang seni pertunjukan, public speaking, hingga kreativitas visual yang selama ini belum banyak terlihat dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Menurut Ima Yunita, kegiatan seperti AKSES sangat penting karena potensi siswa tidak dapat diukur hanya dari kemampuan akademik semata.

“Kalau hanya melihat dari akademiknya saja, mungkin banyak potensi anak yang tidak terlihat. Karena itu sekolah berusaha memfasilitasi mereka agar bakat dan kemampuan yang dimiliki tidak terpendam. Di sinilah anak-anak bisa menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejumlah cabang lomba dalam AKSES juga diproyeksikan menjadi sarana pencarian bibit unggul sekolah untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi tingkat daerah maupun nasional yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebelumnya, SMPN 11 telah mengikuti ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional dan berhasil meraih juara harapan satu. Pihak sekolah pun tetap optimistis terhadap potensi para siswa.

“Alhamdulillah meskipun tahun ini kita baru meraih harapan satu, tetapi bibit-bibitnya masih sangat bagus. Mudah-mudahan ke depan dengan pembinaan yang lebih maksimal, anak-anak bisa kembali meraih prestasi yang lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pendidikan SMPN 11, Erlina, mengungkapkan bahwa pelaksanaan AKSES tahun ini menghadapi tantangan tersendiri karena bertepatan dengan tahun pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga sekolah harus melakukan penyesuaian jadwal.

“Kegiatan AKSES tahun ini waktunya memang sangat terbatas karena bertepatan dengan tahun pertama adanya TKA. Jadi kami harus menggeser dan menyesuaikan kembali jadwal kegiatan. Namun alhamdulillah dalam tiga hari ini anak-anak tetap bisa menampilkan kreativitas dan karya terbaik mereka,” ujarnya.

Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya menjadikan AKSES sebagai kegiatan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan edukasi dan pembinaan masa depan bagi siswa, khususnya kelas 9 yang akan datang. ( resi )