mediakrimsustnipolri.com
SUKABUMI, 19 Agustus 2026 — Aksi pencurian barang elektronik menyasar tiga kantor pemerintahan dan dinas di wilayah hukum Polsek Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, dalam satu malam. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga merupakan jaringan atau sindikat spesialis pencurian kantor.
Kapolsek Warungkiara, AKP Ratno Panji Setiaji, mengatakan tiga lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) yakni Kantor Desa Warungkiara, Kantor Urusan Agama (KUA), serta Kantor PU PPK Provinsi.
Peristiwa tersebut diketahui pada pagi hari setelah warga melaporkan kondisi Kantor Desa Warungkiara sekitar pukul 06.00 WIB. Warga melihat salah satu jendela kantor dalam keadaan terbuka, sementara sejumlah berkas kertas terlihat berhamburan keluar.
Mendapat laporan tersebut, petugas piket SPKT Polsek Warungkiara langsung mendatangi lokasi. Setibanya di TKP, petugas mendapati kondisi bagian dalam kantor telah diacak-acak.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa receiver CCTV di Kantor Desa Warungkiara turut dibawa oleh pelaku. Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan mendapatkan rekaman visual yang dapat membantu mengidentifikasi pelaku.
“Dugaan sementara memang dilakukan oleh jaringan atau sindikat spesialis pencurian kantor yang beroperasi di sepanjang jalur tersebut,” ujar AKP Ratno Panji Setiaji.
Dugaan tersebut muncul lantaran berdasarkan pemeriksaan awal, pintu dan jendela kantor-kantor yang menjadi korban sebelumnya dipastikan dalam keadaan terkunci. Polisi masih mendalami bagaimana pelaku dapat masuk ke dalam sejumlah kantor tersebut.
Dalam proses penyelidikan, Polsek Warungkiara bekerja sama dengan Satreskrim Polres Sukabumi. Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala dalam memperoleh bukti visual dari kamera pengawas di sekitar lokasi.
CCTV yang berada di sekitar masjid diketahui menghasilkan rekaman dengan kualitas gambar yang buram. Selain itu, arah kamera tidak menyorot ke area parkir maupun lokasi kejadian. Sementara CCTV yang berada di SPPG 1 Warungkiara dalam kondisi mati.
Meski demikian, polisi terus melakukan penelusuran dengan mengumpulkan keterangan dari masyarakat sekitar. Salah satu informasi yang tengah didalami yakni keberadaan kendaraan mencurigakan yang melintas di sekitar lokasi pada waktu yang diduga berdekatan dengan kejadian, sekitar pukul 02.00 WIB.
“Penelusuran juga kami perluas, termasuk ke wilayah perbatasan seperti Bantargadung hingga Palabuhanratu,” kata Kapolsek.
Selain melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi, para korban juga diarahkan ke Polres Sukabumi untuk membuat Laporan Polisi (LP) secara resmi. Langkah tersebut dilakukan sebagai dasar proses penyidikan lebih lanjut.
AKP Ratno Panji Setiaji menambahkan, pada hari yang sama dan satu hari sebelum menerima laporan kehilangan barang elektronik dari warga, dirinya bersama anggota juga harus menangani sejumlah kejadian lain yang masuk dalam wilayah hukum Polsek Warungkiara.
Meski dihadapkan pada beberapa laporan dan kejadian dalam waktu berdekatan, Kapolsek memastikan setiap laporan tetap mendapat respons dari petugas.
“Dengan respons cepat, kami tetap menerima dan menindaklanjuti semua laporan yang masuk,” pungkasnya.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku, menelusuri kemungkinan keterkaitan ketiga kejadian tersebut, serta mengungkap jaringan yang diduga terlibat dalam aksi pencurian di sepanjang wilayah tersebut. ( Agus.S)







