mediakrimsustnipolri.com

Tiba di Yerusalem, Rostimaline Munthe Tak Bisa Bendung Air Mata Haru dan Ucapkan Terima Kasih Kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo

YERUSALEM, 4 September 2026 – Momen haru menyelimuti kedatangan _Rostimaline Munthe (64)_, istri dari mendiang pejuang hak anak dan hak buruh Arist Merdeka Sirait, di Tanah Suci Yerusalem.

Didampingi Sintua Elpi Tiopan Gultom (65), sahabat karib sekaligus pelayan Gereja HKBP Pasar Rebo, Kak Ros akhirnya dapat menginjakkan kaki di tempat kelahiran Tuhan Yesus Kristus.

Kesempatan ziarah spiritual ini merupakan hadiah dari Program Ziarah Holyland Presisi yang digagas oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Program ini diinisiasi oleh Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia atau Indonesian Police Fans Community sebagai bentuk wisata religi, misi kemanusiaan, dan kepedulian sosial kepada berbagai kalangan masyarakat.

Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, Rostimaline Munthe yang akrab disapa Kak Ros menyampaikan rasa syukurnya.

“Ini adalah impian setiap umat Kristiani. Bisa sampai ke tanah kelahiran Tuhan Yesus Kristus, sungguh sesuatu yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Saya sangat bersyukur,”ujar Kak Ros saat dihubungi awak media, Jumat (4/9/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri.

“Ucapan terima kasih yang tak terhingga untuk Pak Sigit. Bapak Kapolri yang terbaik dan sangat kami banggakan. Ini adalah kado terindah bagi saya. Atas perjuangan kami berdua bersama suami tercinta,

Almarhum Arist Merdeka Sirait. Seandainya beliau masih hidup pasti akan lebih indah lagi. Tapi saya yakin, Pak Arist juga melihat kebahagiaan ini dari Surga,” tutur Kak Ros sambil menahan air mata.

Di akhir pernyataannya, Kak Ros memanjatkan doa untuk institusi Polri dan pimpinannya.

“Semoga Polri di bawah kepemimpinan Pak Sigit semakin baik, semakin dicintai masyarakat. Dan semoga karir beliau ke depan semakin sukses dalam mengabdi untuk Rakyat Indonesia. Amin,”tutupnya.

Sepanjang perjalanan, Kak Ros dan Sintua Elpi menyusuri tempat-tempat religius di _Mesir, Yordania, Yerusalem, hingga Danau Galilea. Perjalanan spiritual ini menjadi kenangan terindah sekaligus penghormatan atas semangat pengabdian tulus mendiang  Arist Merdeka Sirait dalam memperjuangkan hak buruh dan hak anak di Indonesia.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bahwa kepedulian dan penghargaan kepada para pejuang kemanusiaan tidak akan pernah dilupakan. ( Abi)