mediakrimsustnipolri.com
Sukabumi, Jabar — Bulan suci Ramadan dimanfaatkan manajemen PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo sebagai momentum mempererat komunikasi dan memperkokoh fondasi hubungan industrial di wilayah Jawa Barat–Banten. Dalam agenda Ekspedisi Ramadan yang digelar Selasa (3/3/2026), jajaran direksi dan serikat pekerja duduk bersama membangun kesepahaman demi keberlanjutan produksi dan kesejahteraan karyawan.
Kehadiran Direktur Utama PalmCo, Jatmika K Santoso, menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut. Kunjungan ini dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk keseriusan manajemen dalam menjaga komunikasi terbuka dengan para pekerja di lini operasional.
Perwakilan Serikat Pekerja Perkebunan (SPB) Distrik Jawa Barat–Banten menegaskan bahwa hubungan industrial di wilayahnya berjalan kondusif dan konstruktif. Sejak 2002, pihaknya mengklaim tidak ada persoalan mendasar dengan manajemen, terutama terkait pemenuhan hak normatif pekerja.
“Kami tetap berafiliasi dengan Regional 2N1 dan menjalankan mandat untuk mengawal kepentingan anggota. Selama ini, kesejahteraan karyawan mendapat perhatian. Pembayaran lembur berjalan baik, bahkan terdapat sejumlah komponen penghasilan yang relatif lebih positif dibanding wilayah lain,” ujar perwakilan SPB dalam forum tersebut.
Pernyataan itu sekaligus menepis anggapan adanya gesekan internal di tingkat distrik. Justru sebaliknya, komunikasi yang terbangun disebut menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas kerja dan produktivitas kebun.
Dari sisi manajemen, perwakilan Regional 1 menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Manajemen, pekerja, serikat, hingga masyarakat sekitar dinilai sebagai satu ekosistem yang saling terkait.
“Ketika produksi meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan. Karyawan, keluarga mereka, hingga lingkungan sekitar juga akan menerima manfaatnya,” tegasnya.
Momentum Ramadan pun dipandang sebagai ruang refleksi bersama untuk memperkuat solidaritas dan komitmen kerja. Optimisme terhadap peningkatan produksi tahun ini mengemuka, seiring harapan agar hak-hak karyawan, termasuk pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), dapat direalisasikan tepat waktu.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, manajemen menyerahkan santunan kepada Anak Yatim.Aksi sosial tersebut menjadi simbol bahwa keberadaan perusahaan diharapkan memberi nilai tambah, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sosial.
Ekspedisi Ramadan kali ini menegaskan satu pesan kunci: stabilitas hubungan industrial adalah fondasi utama keberlanjutan usaha. Dengan komunikasi yang terjaga dan sinergi yang diperkuat, PalmCo menatap sisa tahun 2026 dengan keyakinan baru—bahwa produktivitas dan kesejahteraan dapat tumbuh beriringan.
Reporter : Asep lodaya







